Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Di Tengah Arus Modernisasi, Bupati Siak Ingatkan Ancaman Lenyapnya Identitas Melayu
Sabtu 18 April 2026, 20:20 WIB
Bupati Siak Ingatkan Ancaman Lenyapnya Identitas Melayu

Pekanbaru — Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengingatkan pentingnya menjaga marwah, sejarah, dan tradisi masyarakat Melayu di tengah derasnya arus modernisasi, yang dinilainya mulai menggerus identitas budaya dan nilai-nilai adat.

Pernyataan itu disampaikan Afni saat menghadiri Pergelaran Drama Musikal dan Peluncuran Lagu Marhum Pekan bersama keluarga besar zuriat Marhum Pekan serta keluarga raja-raja Siak di Balairung Marhum Pekan, Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Sabtu (18/4/2026).

Dalam sambutannya, Afni menegaskan bahwa sejarah Kerajaan Siak Sri Indrapura merupakan fondasi penting yang tidak bisa dipisahkan dari identitas masyarakat Melayu saat ini. Ia mengingatkan bahwa pengabdian leluhur kepada sultan adalah nilai yang harus terus dijaga lintas generasi.

“Sejarah itu tidak boleh dilupakan. Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi pijakan moral kita hari ini. Marwah negeri harus tetap kita jaga,” ujarnya.

Ia juga menyinggung posisi historis Kesultanan Siak yang telah menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, menurutnya, komitmen tersebut harus diiringi dengan keadilan terhadap masyarakat adat sebagai bagian dari warisan sejarah itu sendiri.

Di sisi lain, Afni menyoroti ancaman nyata terhadap keberlangsungan adat Melayu, yang tidak hanya terkait wilayah, tetapi juga praktik budaya yang mulai ditinggalkan.

“Kalau tradisi hilang, maka salah satu syarat pengakuan itu juga hilang. Dulu setiap aspek kehidupan orang Melayu penuh dengan adat dari membangun rumah, menikah, hingga masuk kampung. Hari ini itu mulai pudar,” katanya.

Menurut Afni, pelestarian adat tidak bisa hanya bersifat simbolik, melainkan harus dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Siak terus mendorong pelestarian budaya melalui berbagai langkah, termasuk pemberian beasiswa bagi generasi muda dari komunitas adat serta revitalisasi kawasan Istana Siak sebagai pusat sejarah dan kebudayaan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk bersatu menjaga warisan budaya Melayu tanpa memelintir sejarah.

“Cerita yang kita wariskan harus lurus dan benar. Jangan sampai sejarah dibelokkan, karena generasi berikutnya akan kehilangan arah,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Afni mengajak seluruh hadirin untuk terus merawat semangat kebersamaan dan mendoakan para sultan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah.

“Kita ingin menjadi manusia yang bermanfaat, seperti para sultan baik saat hidup maupun setelah tiada. Itu warisan nilai yang harus kita jaga bersama,” tutupnya.




Editor : Tim
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top