Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Kelangkaan Menggila! MinyaKita Lenyap, Rakyat Kecil Kian Terhimpit
Jumat 17 April 2026, 07:53 WIB
MinyaKita.

PEKANBARU - Kelangkaan minyak goreng subsidi merek MinyaKita di pasar tradisional Kota Pekanbaru kian memburuk. Hingga Kamis pagi (15/4/2026), produk tersebut dilaporkan tidak tersedia di sejumlah titik penjualan.

Seorang warga Jalan Serasi, Kelurahan Tobek Godang, Vani, mengaku kesulitan memperoleh MinyaKita. Ia menyebutkan bahwa sejak pagi hari, baik di pasar maupun warung sekitar tempat tinggalnya, minyak goreng subsidi tersebut tidak ditemukan.

“Tadi di Pasar Kaget Jalan Serasi tidak ada yang menjual MinyaKita. Di warung dekat rumah juga kosong. Terpaksa beli minyak goreng lain, walaupun harganya lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Vani, jika MinyaKita tersedia, masyarakat tetap bersedia membeli meskipun harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. “Kalau ada, kami beli juga walau sampai Rp17 ribu,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap gudang dan distributor MinyaKita dalam waktu dekat.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berharap langkah tersebut dapat memastikan kembali ketersediaan MinyaKita di pasaran, sekaligus menjaga harga tetap sesuai dengan HET.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri mendesak agar pengecekan yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial. Ia menekankan pentingnya memastikan kelancaran distribusi hingga ke tingkat masyarakat.

“Kami berharap sidak atau pengecekan dilakukan secara serius. Pastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Jika ada kendala, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syamsul juga meminta agar aparat penegak hukum dilibatkan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau permainan harga di lapangan. Ia menegaskan bahwa pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, keberadaan MinyaKita sangat vital, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng subsidi tersebut.

“Kita berharap dalam waktu dekat MinyaKita kembali tersedia di pasaran. Masyarakat sudah kesulitan, jangan sampai pemerintah hanya sibuk dengan alasan tanpa solusi nyata,” pungkasnya.(tp)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top