Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
Kelangkaan Menggila! MinyaKita Lenyap, Rakyat Kecil Kian Terhimpit
Jumat 17 April 2026, 07:53 WIB
MinyaKita.

PEKANBARU - Kelangkaan minyak goreng subsidi merek MinyaKita di pasar tradisional Kota Pekanbaru kian memburuk. Hingga Kamis pagi (15/4/2026), produk tersebut dilaporkan tidak tersedia di sejumlah titik penjualan.

Seorang warga Jalan Serasi, Kelurahan Tobek Godang, Vani, mengaku kesulitan memperoleh MinyaKita. Ia menyebutkan bahwa sejak pagi hari, baik di pasar maupun warung sekitar tempat tinggalnya, minyak goreng subsidi tersebut tidak ditemukan.

“Tadi di Pasar Kaget Jalan Serasi tidak ada yang menjual MinyaKita. Di warung dekat rumah juga kosong. Terpaksa beli minyak goreng lain, walaupun harganya lebih mahal,” ujarnya.

Menurut Vani, jika MinyaKita tersedia, masyarakat tetap bersedia membeli meskipun harganya melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. “Kalau ada, kami beli juga walau sampai Rp17 ribu,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap gudang dan distributor MinyaKita dalam waktu dekat.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berharap langkah tersebut dapat memastikan kembali ketersediaan MinyaKita di pasaran, sekaligus menjaga harga tetap sesuai dengan HET.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pekanbaru Syamsul Bahri mendesak agar pengecekan yang dilakukan tidak sekadar bersifat seremonial. Ia menekankan pentingnya memastikan kelancaran distribusi hingga ke tingkat masyarakat.

“Kami berharap sidak atau pengecekan dilakukan secara serius. Pastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Jika ada kendala, harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syamsul juga meminta agar aparat penegak hukum dilibatkan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan atau permainan harga di lapangan. Ia menegaskan bahwa pelaku yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, keberadaan MinyaKita sangat vital, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada minyak goreng subsidi tersebut.

“Kita berharap dalam waktu dekat MinyaKita kembali tersedia di pasaran. Masyarakat sudah kesulitan, jangan sampai pemerintah hanya sibuk dengan alasan tanpa solusi nyata,” pungkasnya.(tp)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top