Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan
Jumat 17 April 2026, 07:20 WIB
Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Anambas sebelum diduga menyebabkan keracunan massal. (Foto: dok Dinkes)

ANAMBAS - Sebanyak 155 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026). Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa berasal dari satu penyedia, yakni SPPG Air Asuk.

Menu yang disajikan terdiri dari telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah apel dan kelengkeng.

“Menu tersebut sudah dilengkapi informasi kandungan gizi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan data, untuk porsi kecil, makanan tersebut mengandung energi 427,6 kkal, protein 17,6 gram, lemak 13,8 gram, karbohidrat 62 gram, serta serat 1,5 gram. Sementara porsi besar mengandung energi 607,3 kkal, protein 20,6 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 101,8 gram, dan serat 1,7 gram.

Meski secara komposisi dinilai memenuhi unsur gizi, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam tahap pemeriksaan.

“Untuk sementara masih dilakukan pemeriksaan. Sampel akan dikirim ke Batam untuk diuji lebih lanjut di BPOM atau laboratorium kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan tersebut. Penanganan medis langsung dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Di RSUD Palmatak, tercatat sebanyak 114 pasien menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, 110 orang telah diperbolehkan pulang, sementara empat siswa masih dirawat.

Sementara itu, di Puskesmas Siantan Tengah, total pasien mencapai 41 orang. Sebanyak 26 pasien telah dipulangkan, sedangkan 15 lainnya masih dalam perawatan.

Feri menegaskan, para korban berasal dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan, bukan dari satu institusi saja. Seluruh makanan yang dikonsumsi berasal dari satu penyedia yang sama.

“Korban berasal dari beberapa sekolah berbeda, mulai dari PAUD hingga SMP. Sumber makanannya satu,” ujarnya.

Selain siswa, sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.

“Ada orang tua yang ikut terdampak karena mengonsumsi makanan jatah anak atau cucunya,” tambahnya.

Hingga kini, proses penanganan dan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top