Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan
Jumat 17 April 2026, 07:20 WIB
Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi siswa di Anambas sebelum diduga menyebabkan keracunan massal. (Foto: dok Dinkes)

ANAMBAS - Sebanyak 155 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (15/4/2026). Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Anambas, Feri Oktavia, menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa berasal dari satu penyedia, yakni SPPG Air Asuk.

Menu yang disajikan terdiri dari telur sambal kecap, tempe goreng, tumis sayur (sawi, wortel, dan buncis), serta buah apel dan kelengkeng.

“Menu tersebut sudah dilengkapi informasi kandungan gizi,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Berdasarkan data, untuk porsi kecil, makanan tersebut mengandung energi 427,6 kkal, protein 17,6 gram, lemak 13,8 gram, karbohidrat 62 gram, serta serat 1,5 gram. Sementara porsi besar mengandung energi 607,3 kkal, protein 20,6 gram, lemak 14 gram, karbohidrat 101,8 gram, dan serat 1,7 gram.

Meski secara komposisi dinilai memenuhi unsur gizi, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam tahap pemeriksaan.

“Untuk sementara masih dilakukan pemeriksaan. Sampel akan dikirim ke Batam untuk diuji lebih lanjut di BPOM atau laboratorium kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi makanan tersebut. Penanganan medis langsung dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Di RSUD Palmatak, tercatat sebanyak 114 pasien menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, 110 orang telah diperbolehkan pulang, sementara empat siswa masih dirawat.

Sementara itu, di Puskesmas Siantan Tengah, total pasien mencapai 41 orang. Sebanyak 26 pasien telah dipulangkan, sedangkan 15 lainnya masih dalam perawatan.

Feri menegaskan, para korban berasal dari berbagai sekolah dan jenjang pendidikan, bukan dari satu institusi saja. Seluruh makanan yang dikonsumsi berasal dari satu penyedia yang sama.

“Korban berasal dari beberapa sekolah berbeda, mulai dari PAUD hingga SMP. Sumber makanannya satu,” ujarnya.

Selain siswa, sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.

“Ada orang tua yang ikut terdampak karena mengonsumsi makanan jatah anak atau cucunya,” tambahnya.

Hingga kini, proses penanganan dan penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top