Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
ICOP Conference 2026 Resmi Digelar, Riau Perkuat Kolaborasi Sawit dan Sapi
Rabu 08 April 2026, 07:53 WIB

PEKANBARU – Kota Pekanbaru menjadi lokasi pelaksanaan forum ilmiah internasional The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026 yang berlangsung pada 8 hingga 10 April 2026.

Konferensi ini menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari peneliti, akademisi, pelaku industri hingga pembuat kebijakan, untuk membahas penguatan integrasi antara sektor perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi berbasis riset.

Sebagai pembuka rangkaian kegiatan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar jamuan makan malam penyambutan (welcome dinner) bagi para peserta di Balai Pauh Janggi, Komplek Kediaman Gubernur Riau, Selasa (7/4/2026).

Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta pihak penyelenggara yang telah memilih Riau sebagai tuan rumah.

Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing melalui optimalisasi sumber daya.

“Penguatan sektor perkebunan dan peternakan menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produktivitas lahan dan komoditas akan memberikan manfaat ganda, baik dalam peningkatan produksi kelapa sawit maupun populasi ternak.

Konferensi ICOP 2026 mengusung konsep agroekologi sebagai pendekatan utama dalam integrasi sapi dan kelapa sawit. Model ini dinilai relevan untuk menjawab berbagai tantangan global, seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, serta efisiensi pemanfaatan lahan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Center for Tropical Animal Studies IPB University (CENTRAS) bersama sejumlah mitra strategis, di antaranya GAPENSISKA, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Wageningen University & Research, Pemerintah Provinsi Riau, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi lintas sektor yang mampu mendorong inovasi serta memperkuat pengembangan sistem pertanian terpadu, khususnya di Provinsi Riau.(mcr)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top