Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs melalui Kukerta 2026
Jumat 09 Januari 2026, 17:24 WIB
Sambutan Kepala BPS Propinsi Riau.

PEKANBARU – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (UNRI) kembali menegaskan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Tahun 2026. Sebanyak 198 mahasiswa FMIPA UNRI diterjunkan untuk mengikuti Kukerta Berdampak Khusus di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Program Kukerta Berdampak Universitas Riau terdiri atas dua skema, yakni Kukerta Berdampak Reguler dan Kukerta Berdampak Khusus. Kukerta Berdampak Reguler dilaksanakan pada masa libur semester genap dan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNRI. Adapun Kukerta Berdampak Khusus diselenggarakan oleh fakultas dengan mempertimbangkan kondisi akademik tertentu.

Dekan FMIPA UNRI, Prof. Dr. Syamsudhuha, M.Sc., menetapkan pelaksanaan Kukerta Berdampak Khusus pada periode Januari–Februari 2026. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi tumpang tindih antara jadwal Kukerta Reguler dan kegiatan Kuliah Praktik (KP) pada tiga program studi di lingkungan FMIPA.

Peserta Kukerta FMIPA UNRI Tahun 2026 terdiri atas 95 mahasiswa Program Studi Biologi, 35 mahasiswa Statistika, 58 mahasiswa Matematika, dan 10 mahasiswa Kimia. Seluruh mahasiswa tersebut akan ditempatkan di empat kecamatan di Kabupaten Siak, yakni Kecamatan Mempura, Siak, Bungaraya, dan Koto Gasib, yang mencakup 18 kampung dan kelurahan.

Pelaksanaan Kukerta Berdampak Khusus berlangsung selama 40 hari, terhitung mulai 10 Januari hingga 18 Februari 2026. Para mahasiswa dijadwalkan akan diterima secara resmi oleh Bupati Siak atau perwakilannya pada 12 Januari 2026 di Kantor Bupati Siak.

Program Kukerta Berdampak merupakan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Berdampak yang selaras dengan Peraturan Menteri Nomor 40 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) 2025–2029 serta Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026. Program ini menekankan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Dari 17 tujuan SDGs tersebut, terdapat tiga program wajib yang harus dilaksanakan mahasiswa Kukerta, yaitu Tanpa Kemiskinan, Pendidikan Berkualitas, serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Selain itu, mahasiswa juga diwajibkan melaksanakan dua program pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi desa.

Pada Tahun 2026, Kukerta Berdampak FMIPA UNRI menggandeng tiga mitra strategis, yakni Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Siak, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Berdasarkan kolaborasi tersebut, tema Kukerta FMIPA UNRI Tahun 2026 ditetapkan sebagai “Penataan Desa Cantik, Peningkatan Literasi dan Ekonomi Masyarakat Menuju Indonesia Emas.”

Kegiatan Kukerta Berdampak FMIPA UNRI secara resmi diawali dengan acara Pelepasan Mahasiswa Kukerta yang dilaksanakan pada Jumat, 9 Januari 2026, di Auditorium FMIPA UNRI. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor I UNRI, Dr. Mexsasai Indra, M.H., yang ditandai dengan pemasangan selempang kepada perwakilan mahasiswa serta pemakaian jaket almamater secara simbolis.

Dalam sambutannya, Dr. Mexsasai Indra menyampaikan bahwa Kukerta merupakan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skills, kemampuan berorganisasi, serta keterampilan beradaptasi dan bersosialisasi di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Kukerta Berdampak Khusus merupakan bentuk kebijakan diskresi agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu. Selain itu, perguruan tinggi diharapkan mampu hadir sebagai problem solver atas berbagai persoalan di masyarakat.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga diri dengan baik selama berada di lokasi Kukerta dan mampu mendorong peningkatan literasi di desa tempat pengabdian,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Syamsudhuha menambahkan bahwa penyesuaian jadwal Kukerta merupakan langkah strategis agar kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan berimbang.

Kepala BPS Provinsi Riau, Dr. Asep Riyadi, S.Si., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut, menyampaikan bahwa kerja sama antara FMIPA UNRI dan BPS melalui Program Studi Statistika telah menghasilkan capaian di tingkat nasional, salah satunya melalui pengembangan Pojok Statistik. Ia juga menjelaskan bahwa program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang merupakan quick program BPS telah diimplementasikan di Kabupaten Siak dan menunjukkan hasil yang positif berkat kolaborasi yang terjalin.

Berdasarkan hasil survei lokasi yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Kukerta dan para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), termasuk Dr. Zulkarnain, M.Si., pada 4–6 Januari 2026, para camat dan penghulu di Kabupaten Siak menyambut baik kehadiran mahasiswa Kukerta FMIPA UNRI serta menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dan fasilitas yang diperlukan.

Momentum Kukerta Berdampak ini juga dimanfaatkan oleh pimpinan FMIPA UNRI untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak. Penguatan kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan daerah.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top