Sabtu, 10 Januari 2026

Breaking News

  • Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs melalui Kukerta 2026   ●   
  • Pengembangan Batik Lokal, Dekranasda Inhil Tekankan Ciri Khas dan Hak Cipta   ●   
  • Pemkab Kampar Perjuangkan Infrastruktur Jalan, Bupati Temui Wamen PU   ●   
  • Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan   ●   
  • Afni Zulkifli Optimistis BUMD Kembali Kelola Pelabuhan Tanjung Buton   ●   
PAD Riau 2025 Diproyeksikan Rp8,21 Triliun, Pemprov Terapkan Pengendalian Fiskal
Jumat 02 Januari 2026, 06:41 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memproyeksikan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 mencapai Rp8,21 triliun atau sekitar 86,77 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sebesar Rp9,47 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam agenda refleksi akhir tahun 2025 sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik terkait kondisi fiskal dan kinerja keuangan daerah.

SF Hariyanto mengakui bahwa sepanjang 2025, Pemprov Riau dihadapkan pada berbagai tantangan fiskal. Kendati demikian, ia memastikan pengelolaan keuangan daerah masih berjalan dalam koridor yang terkendali.

“Proyeksi realisasi PAD sebesar Rp4,19 triliun atau 80,59 persen. Sementara pendapatan transfer diperkirakan mencapai Rp4,02 triliun atau 94,36 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp6,22 miliar atau 67,26 persen,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Dari sisi belanja, realisasi anggaran daerah hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai Rp7,93 triliun atau setara 83,70 persen dari total anggaran yang ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa belanja daerah tetap diprioritaskan untuk memenuhi belanja wajib serta program-program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat keterbatasan fiskal.

Sebagai langkah menjaga stabilitas keuangan daerah, Pemprov Riau menerapkan sejumlah kebijakan pengendalian anggaran. Salah satunya adalah pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 30 persen selama periode Oktober hingga Desember 2025.

“Pengurangan TPP ASN menjadi salah satu langkah pengendalian. Di saat yang sama, kami tetap memastikan belanja wajib terpenuhi serta terus menggali potensi sumber pendapatan lain,” jelasnya.

Selain optimalisasi PAD, Pemprov Riau juga mendorong penguatan pendapatan alternatif melalui pengelolaan aset daerah. Di antaranya pembangunan Hotel Riau di Jakarta serta optimalisasi pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru yang diharapkan dapat menjadi penopang pembiayaan pembangunan daerah ke depan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Riau optimistis roda pembangunan daerah tetap berjalan berkelanjutan di tengah dinamika dan tekanan fiskal nasional.(hrc)




Editor :
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Minggu 21 Desember 2025
Mutasi Akhir Tahun, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Polda Riau Diganti

Jumat 12 Desember 2025
Besok, Masjid Raya An-Nur Riau Gelar Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Rabu 10 Desember 2025
Masyarakat Bingung Tanggal Cuti Natal? Ini Penjelasan Resminya

Senin 08 Desember 2025
Beda Warna Beda Khasiat: Ini Nutrisi Anggur Hijau, Merah, dan Hitam

Kamis 04 Desember 2025
Satu Amalan Kecil yang Mengantarkan Seseorang ke Surga

Senin 01 Desember 2025
Ribuan Mengungsi, Ratusan Tewas dalam Banjir dan Longsor di Sumatera

Sabtu 29 November 2025
FPK Riau Gelar Seminar Pembauran Kebangsaan Berperspektif Budaya Melayu

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top