Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
PAD Riau 2025 Diproyeksikan Rp8,21 Triliun, Pemprov Terapkan Pengendalian Fiskal
Jumat 02 Januari 2026, 06:41 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memproyeksikan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2025 mencapai Rp8,21 triliun atau sekitar 86,77 persen dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sebesar Rp9,47 triliun.

Capaian tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, dalam agenda refleksi akhir tahun 2025 sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik terkait kondisi fiskal dan kinerja keuangan daerah.

SF Hariyanto mengakui bahwa sepanjang 2025, Pemprov Riau dihadapkan pada berbagai tantangan fiskal. Kendati demikian, ia memastikan pengelolaan keuangan daerah masih berjalan dalam koridor yang terkendali.

“Proyeksi realisasi PAD sebesar Rp4,19 triliun atau 80,59 persen. Sementara pendapatan transfer diperkirakan mencapai Rp4,02 triliun atau 94,36 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp6,22 miliar atau 67,26 persen,” ujarnya, Jumat (2/1/2026).

Dari sisi belanja, realisasi anggaran daerah hingga akhir 2025 diperkirakan mencapai Rp7,93 triliun atau setara 83,70 persen dari total anggaran yang ditetapkan.

Ia menegaskan bahwa belanja daerah tetap diprioritaskan untuk memenuhi belanja wajib serta program-program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat keterbatasan fiskal.

Sebagai langkah menjaga stabilitas keuangan daerah, Pemprov Riau menerapkan sejumlah kebijakan pengendalian anggaran. Salah satunya adalah pengurangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 30 persen selama periode Oktober hingga Desember 2025.

“Pengurangan TPP ASN menjadi salah satu langkah pengendalian. Di saat yang sama, kami tetap memastikan belanja wajib terpenuhi serta terus menggali potensi sumber pendapatan lain,” jelasnya.

Selain optimalisasi PAD, Pemprov Riau juga mendorong penguatan pendapatan alternatif melalui pengelolaan aset daerah. Di antaranya pembangunan Hotel Riau di Jakarta serta optimalisasi pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru yang diharapkan dapat menjadi penopang pembiayaan pembangunan daerah ke depan.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Riau optimistis roda pembangunan daerah tetap berjalan berkelanjutan di tengah dinamika dan tekanan fiskal nasional.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top