Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Usai Raih Gelar Doktor, Dosen UIR Akmar Efendi  Lulus Profesi Insinyur di Universitas Andalas
Kamis 25 Desember 2025, 19:27 WIB
Akmar Efendi bersama Pembimbing dan Penguji Laporan Teknik Profesi Insiyur Universitas Andalas Padang.

PEKANBARU - Usia tak menjadi penghalang bagi Akmar Efendi untuk terus menimba ilmu. Usai meraih gelar doktor dari Universitas Putra Indonesia (UPI) YPTK Padang pada akhir September 2025, dosen Universitas Islam Riau (UIR) ini kembali mencatatkan prestasi akademik dengan dinyatakan lulus Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas, Padang dengan nilai A.

Akmar Efendi yang merupakan putra kelahiran Desa Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menyelesaikan tahapan akhir profesi insinyur melalui Ujian Laporan Teknik yang digelar pada Senin (22/12/2025). Dalam ujian tersebut, ia mempresentasikan kajian akademiknya berjudul “Mengatasi Ketidakseimbangan Kelas dalam Pembelajaran Mesin untuk Memprediksi Kelulusan Mahasiswa Tepat Waktu di Universitas Islam Riau.”

Penelitian tersebut menyoroti pemanfaatan metode pembelajaran mesin (machine learning) untuk mendukung pengambilan keputusan akademik, khususnya dalam memprediksi dan meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa tepat waktu. Presentasi yang disampaikan Akmar Efendi berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari tim penguji.

Di bawah bimbingan Ir. Insannul Kamil, PhD, IPU, ASEAN Eng, APEC Eng, Akmar Efendi diuji oleh tim penguji yang terdiri dari Dr. Ir. Rina Yuliet, IPM selaku ketua, serta Dr. Ir. Prima Fitri, IPM dan Prof. Dr. Ir. Montesqit, IPU, ASEAN Eng, APEC Eng sebagai anggota. Berbagai pertanyaan kritis berhasil dijawab dengan argumentasi akademik yang kuat, hingga akhirnya ia dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar profesi Insinyur.

Capaian ini semakin menegaskan komitmen Akmar Efendi sebagai akademisi dalam mengembangkan keilmuan dan profesionalisme, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi penguatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan Universitas Islam Riau.

Dalam laporan teknik yang dipaparkan di hadapan tim penguji, Akmar Efendi menjelaskan bahwa kelulusan tepat waktu merupakan salah satu indikator penting kinerja akademik di perguruan tinggi. Namun demikian, realitas menunjukkan masih banyak mahasiswa yang gagal menyelesaikan studi sesuai masa studi ideal. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan model prediktif yang dapat mendukung pengambilan keputusan akademik secara lebih tepat dan berbasis data.

“Penelitian yang saya lakukan bertujuan untuk menganalisis dampak ketidakseimbangan kelas terhadap kinerja algoritma pembelajaran mesin dalam memprediksi kelulusan mahasiswa di Universitas Islam Riau,” ujar Akmar Efendi.

Ia menjelaskan, data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang kemudian diberi label ke dalam dua kelas, yakni lulus tepat waktu dan tidak lulus tepat waktu. Pada tahap awal, komposisi data tersebut tidak seimbang. Untuk mengatasi persoalan tersebut, peneliti menerapkan teknik Synthetic Minority Over-Sampling Technique (SMOTE) pada tahap prapemrosesan data guna menyeimbangkan dataset.

Dalam penelitian ini, empat algoritma pembelajaran mesin dibandingkan, yakni Pohon Keputusan (Decision Tree), Gaussian Naive Bayes, K-Nearest Neighbors (KNN), dan Support Vector Machine (SVM). Evaluasi kinerja model dilakukan baik dengan maupun tanpa penerapan SMOTE, menggunakan sejumlah metrik, antara lain akurasi, presisi, recall, skor F1, serta matriks konfusi.

“Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan setelah penerapan SMOTE, dengan seluruh model mencapai tingkat akurasi sekitar 99 persen. Sementara itu, algoritma SVM menunjukkan performa yang paling stabil pada kedua kondisi pengujian,” jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Wakil Dekan III Fakultas Teknik UIR ini menegaskan bahwa penelitian tersebut menyoroti efektivitas SMOTE dalam meningkatkan keadilan dan keandalan proses klasifikasi, khususnya pada dataset yang mengalami ketidakseimbangan kelas. “Karya ini diharapkan dapat membantu universitas melakukan intervensi dini terhadap mahasiswa yang berisiko mengalami keterlambatan kelulusan,” pungkasnya.

Dalam kesimpulan laporannya, Akmar Efendi menegaskan bahwa ketidakseimbangan kelas dalam data kelulusan mahasiswa terbukti memiliki dampak signifikan terhadap kinerja algoritma klasifikasi pembelajaran mesin. Tanpa penerapan teknik penyeimbangan data seperti Synthetic Minority Over-Sampling Technique (SMOTE), algoritma cenderung bias terhadap kelas mayoritas dan kurang mampu mendeteksi mahasiswa yang berisiko tidak lulus tepat waktu.

Sebaliknya, setelah SMOTE diterapkan, seluruh algoritma yang diuji, yakni Decision Tree, Gaussian Naive Bayes, K-Nearest Neighbors, dan Support Vector Machine, menunjukkan peningkatan kinerja yang substansial dengan tingkat akurasi mencapai sekitar 99 persen. Di antara keempat model tersebut, Support Vector Machine (SVM) tampil sebagai algoritma dengan performa paling stabil, baik sebelum maupun sesudah penyeimbangan data.

Temuan ini menegaskan pentingnya strategi prapemrosesan data yang tepat, khususnya dalam mengatasi ketidakseimbangan kelas, guna menghasilkan sistem prediksi kelulusan yang akurat, adil, dan andal. Lebih jauh, hasil penelitian ini dinilai dapat menjadi pijakan bagi perumusan kebijakan akademik yang bertujuan meningkatkan tingkat kelulusan mahasiswa tepat waktu di perguruan tinggi. Untuk pengembangan ke depan, Akmar Efendi yang juga Ketua APTIKOM Riau ini, merekomendasikan eksplorasi penyetelan hiperparameter serta penerapan metode ensemble seperti bagging, boosting, dan stacking guna meningkatkan ketahanan dan kemampuan generalisasi model pada berbagai karakteristik data.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Pendidikan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top