Kamis, 22 Oktober 2026

Breaking News

  • Jangan Iri dengan Rezeki Orang Lain, Setiap Hamba Punya Takdirnya   ●   
  • Razia Sarang Narkoba Panger, Polda Riau Hancurkan Gubuk Transaksi Sabu   ●   
  • Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
Jadi Negara Pertama, Australia Terapkan Larangan Total Media Sosial untuk Anak
Kamis 11 Desember 2025, 06:18 WIB
Australia.

JAKARTA – Australia resmi memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Negeri Kanguru itu menjadi negara pertama yang menerapkan pelarangan total akses ke platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, Facebook, X, dan Snapchat bagi pengguna anak.

Aturan ini mulai berlaku pada Selasa (9/12/2025) pukul 13.00 GMT. Seluruh platform wajib memblokir akun milik anak berusia di bawah 16 tahun. Perusahaan teknologi yang gagal mematuhi aturan tersebut terancam denda hingga 33 juta dolar AS, atau sekitar Rp500 miliar.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut kebijakan itu sebagai langkah besar dalam melindungi generasi muda dari risiko aktivitas digital yang sulit dikendalikan dengan pendekatan tradisional.

“Ini akan menciptakan perbedaan besar. Ini merupakan perubahan sosial dan budaya terbesar yang kita hadapi. Reformasi ini akan bergaung dan dilanjutkan di seluruh dunia,” kata Albanese.

Melalui pesan video, ia juga mendorong anak-anak untuk beralih ke aktivitas positif di dunia nyata.
“Cobalah olahraga baru, instrumen musik, atau membaca buku yang sudah lama dibeli namun belum sempat dibuka,” ujarnya.

Menjelang diberlakukannya larangan, sekitar satu juta anak di Australia mengunggah pesan perpisahan di akun media sosial mereka.

“Tidak ada media sosial lagi, tak ada kontak dengan belahan dunia lain,” tulis seorang remaja Australia melalui akun TikTok.

Kebijakan Australia ini mendapat sorotan luas dari berbagai negara yang menilai perusahaan teknologi terlalu longgar dalam melindungi kesehatan mental anak. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial dapat berdampak pada munculnya misinformasi, perundungan, hingga masalah citra tubuh.

Beberapa negara seperti Denmark, Selandia Baru, dan Malaysia menyatakan sedang mempelajari aturan Australia sebagai referensi untuk membuat regulasi serupa.

Perbandingan dengan Indonesia

Indonesia memiliki regulasi perlindungan digital anak melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Layanan Digital Anak (PP Tunas) yang berlaku sejak Maret 2025. Tidak seperti Australia yang memberlakukan larangan total, Indonesia menerapkan pembatasan berdasarkan kategori usia dan tingkat risiko platform digital.

Kategori akses platform digital untuk anak berdasarkan PP Tunas:

Di bawah 13 tahun: hanya boleh mengakses platform edukasi dan layanan yang sepenuhnya aman.

Usia 13–15 tahun: boleh mengakses platform berisiko rendah hingga sedang.

Usia 16–17 tahun: boleh mengakses platform berisiko tinggi, namun wajib didampingi orang tua.

18 tahun ke atas: bebas mengakses seluruh platform tanpa batasan.

PP Tunas belum menentukan secara spesifik aplikasi apa yang termasuk risiko rendah, sedang, atau tinggi. Platform digital wajib melakukan evaluasi mandiri dan melaporkan kategorinya kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Penilaian tingkat risiko platform mencakup aspek:

interaksi dengan orang asing,

paparan konten pornografi, kekerasan, atau konten membahayakan,

eksploitasi anak sebagai konsumen,

keamanan data pribadi,

potensi adiksi,

dampak psikologis,

hingga gangguan fisiologis.

Aplikasi yang memiliki tingkat risiko tinggi pada satu atau lebih aspek hanya boleh diakses anak usia 16–17 tahun dengan pendampingan orang tua.(cnbcindonesia)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top