Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat 14 Hari, Korban Hilang Masih Dicari
Selasa 09 Desember 2025, 07:21 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perpanjangan diperlukan karena proses pencarian korban dan pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah wilayah.

“Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, sementara pendataan kerusakan dan kerugian terus berjalan. Karena itu, masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan lebih maksimal dan menyeluruh. Perpanjangan selama 14 hari, hingga 22 Desember mendatang,” kata Mahyeldi, Senin (8/12/2025) malam.

Berdasarkan rekapitulasi data sementara dari Dashboard Satu Data Bencana Sumbar per Senin (8/12) pukul 18.00 WIB, bencana tersebut berdampak pada 16 kabupaten/kota. Tercatat 24.049 warga mengungsi, 113 orang luka-luka, 95 orang hilang, dan 234 orang meninggal dunia.

Mahyeldi menjelaskan, dari total 16 daerah terdampak, terdapat tiga wilayah tanpa korban jiwa maupun luka, yakni Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Ia juga menyoroti situasi kritis di Kabupaten Agam yang mencatat jumlah korban terbanyak. Sebagian warga yang sebelumnya sudah kembali ke rumah kembali mengungsi akibat hujan intensitas sedang yang kembali turun.

“Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, dengan 151 orang meninggal dunia dan 55 orang hilang. Sejumlah warga di sana juga kembali mengungsi karena hujan intensitas sedang yang turun kembali,” jelasnya.

Mahyeldi menegaskan, seluruh jajaran Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top