Rabu, 3 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Sumbar Perpanjang Status Tanggap Darurat 14 Hari, Korban Hilang Masih Dicari
Selasa 09 Desember 2025, 07:21 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah.

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir bandang selama 14 hari. Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi bersama seluruh instansi terkait.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan perpanjangan diperlukan karena proses pencarian korban dan pendataan kerusakan masih berlangsung di sejumlah wilayah.

“Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, sementara pendataan kerusakan dan kerugian terus berjalan. Karena itu, masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan lebih maksimal dan menyeluruh. Perpanjangan selama 14 hari, hingga 22 Desember mendatang,” kata Mahyeldi, Senin (8/12/2025) malam.

Berdasarkan rekapitulasi data sementara dari Dashboard Satu Data Bencana Sumbar per Senin (8/12) pukul 18.00 WIB, bencana tersebut berdampak pada 16 kabupaten/kota. Tercatat 24.049 warga mengungsi, 113 orang luka-luka, 95 orang hilang, dan 234 orang meninggal dunia.

Mahyeldi menjelaskan, dari total 16 daerah terdampak, terdapat tiga wilayah tanpa korban jiwa maupun luka, yakni Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Ia juga menyoroti situasi kritis di Kabupaten Agam yang mencatat jumlah korban terbanyak. Sebagian warga yang sebelumnya sudah kembali ke rumah kembali mengungsi akibat hujan intensitas sedang yang kembali turun.

“Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, dengan 151 orang meninggal dunia dan 55 orang hilang. Sejumlah warga di sana juga kembali mengungsi karena hujan intensitas sedang yang turun kembali,” jelasnya.

Mahyeldi menegaskan, seluruh jajaran Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat proses pemulihan.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top