Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Satu Amalan Kecil yang Mengantarkan Seseorang ke Surga
Kamis 04 Desember 2025, 06:03 WIB
ilustrasi.

TERDAPAT sebuah kisah tentang seorang laki-laki dari umat terdahulu yang masuk surga berkat satu amal saleh. Kisah ini diriwayatkan dalam Hadits Shahih Bukhari pada Kitab Ahadisil Anbiya’ melalui sahabat Hudzaifah.

Dalam buku Kisah-kisah Shahih dalam Al-Qur'an dan Sunnah (edisi Indonesia, terjemahan Tim Pustaka ELBA) karya Umar Sulaiman Al-Asyqar, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menceritakan seorang laki-laki yang didatangi malaikat maut untuk dicabut nyawanya. Ia kemudian ditanya tentang amalan kebaikan yang pernah dilakukan selama hidup.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Dia ditanya: Apakah ada kebaikan yang kamu lakukan? Dia menjawab: Tidak tahu. Dikatakan kepadanya: Lihatlah. Dia menjawab: Aku tidak mengetahui apa pun, hanya saja ketika di dunia aku berjual-beli dengan orang-orang, memberi kelonggaran kepada yang mampu, dan memaafkan orang yang sedang kesulitan. Maka Allah memasukkannya ke surga.”

Riwayat lain dalam Shahih Bukhari pada Kitab al-Buyu’ juga menegaskan hal serupa. Hudzaifah berkata bahwa para malaikat bertanya kepada seorang laki-laki dari umat sebelum Nabi Muhammad SAW mengenai amal baiknya. Laki-laki itu mengaku selalu memberi kesempatan bagi orang yang mampu melunasi utang dan memaafkan mereka yang tidak mampu. Karena sikap tersebut, Allah mengampuninya.

Abu Hurairah juga meriwayatkan kisah dengan redaksi berbeda. Ia menyebut ada seorang saudagar yang memberi utang kepada banyak orang. Jika melihat seseorang dalam kesulitan, ia memerintahkan pegawainya untuk memaafkan atau memberi kelonggaran. Sikap tersebut menjadi sebab Allah memberikan ampunan kepadanya.

Umar Sulaiman Al-Asyqar menjelaskan bahwa kisah ini menunjukkan luasnya rahmat Allah SWT. Meski amal laki-laki tersebut terlihat kecil, Allah tetap memberikan pahala besar dan mengampuninya. Kisah ini juga menjadi bukti bahwa seorang mukmin tidak serta-merta dikafirkan karena dosa besar. Walaupun laki-laki itu meninggalkan banyak kewajiban, Allah tetap memaafkannya karena satu amalan yang tulus.

Wallahu a'lam.




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top