Material Longsor Tutupi Jalan dan Permukiman di Jembatan Kembar
Kamis, 27-11-2025 - 16:47:20 WIB
 |
| Bencana longsor menimbun kawasan Jembatan Kembar di jalur utama Jalan Raya Padang–Bukittinggi. |
TANAH DATAR - Bencana longsor menimbun kawasan Jembatan Kembar di jalur utama Jalan Raya Padang–Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.
Peristiwa ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta merusak sejumlah rumah warga di sekitar lokasi. Akses transportasi Padang–Bukittinggi melalui jalur tersebut untuk sementara terputus.
Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Padangpanjang, Aipda Denny, membenarkan bahwa longsor besar menutup badan jalan dan menimbun permukiman di kawasan Jembatan Kembar.
“Iya benar, telah terjadi longsor yang menimbun Jembatan Kembar,” ujar Aipda Denny saat dikonfirmasi, Kamis siang.
Ia menjelaskan bahwa seluruh korban telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Korban yang selamat maupun yang meninggal dunia sudah dibawa ke RS Yarsi Padangpanjang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Untuk data korban masih kami himpun. Korban selamat maupun yang meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Yarsi. Sebagian sudah diantar ke rumah sakit dibantu tim gabungan,” ungkapnya.
Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari kepolisian dan unsur terkait lainnya. Upaya difokuskan pada pencarian korban yang masih tertimbun material longsor serta pemindahan warga dari area berbahaya.
Hingga Kamis sore, Satlantas Polres Padangpanjang belum dapat memastikan jumlah pasti korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Data pasti mengenai jumlah korban meninggal dunia dan total keseluruhan korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan,” tambahnya.
Longsor juga menimbun beberapa rumah warga di sekitar Jembatan Kembar. Kawasan tersebut merupakan wilayah padat penduduk yang diperkirakan dihuni sekitar 100 kepala keluarga.
Saat ini, petugas memprioritaskan penanganan korban dan pengamanan area terdampak untuk mencegah risiko lanjutan. Warga diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas selama proses penanganan darurat berlangsung.(jpnn)
Komentar Anda :