Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Bukan Sekadar Nabung, Ini 5 Investasi Pengubah Nasib Finansial
Kamis 30 Oktober 2025, 10:44 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Banyak orang merasa sudah bekerja keras setiap hari, tetapi kondisi keuangan tak juga berubah. Meski penghasilan cukup, mereka tetap terjebak dalam situasi yang disebut “jebakan kelas menengah.”

Menurut Steve Burns, investor dan penulis keuangan, kerja keras saja tidak cukup. Kunci untuk keluar dari jebakan ini adalah mengelola pendapatan secara cerdas dan mengalihkannya ke investasi yang tumbuh dalam jangka panjang.

“Orang kaya berpikir berbeda tentang ke mana uang dan energinya diarahkan,” ujar Burns.

Alih-alih hanya menekan pengeluaran, mereka yang sukses membangun kekayaan justru berinvestasi secara strategis pada aset produktif yang berkembang dan menciptakan peluang baru.

Dilansir dari New Trader U, berikut lima jenis investasi yang dapat membantu seseorang lepas dari jebakan kelas menengah.

1. Investasi pada Diri Sendiri

Investasi terpenting bukan pada saham atau properti, melainkan pada diri sendiri. Keterampilan, pengetahuan, dan pola pikir menentukan setiap peluang yang datang.

Keterampilan bernilai tinggi membuat seseorang tak mudah kehilangan pekerjaan. Pengetahuan luas membuka peluang baru, sementara pola pikir berkembang membantu menembus batas pribadi.

Contohnya, kemampuan bernegosiasi bisa meningkatkan penghasilan, atau pemahaman pemasaran digital dapat membuka bisnis sampingan. Buku, kursus daring, dan pelatihan menjadi bentuk investasi kecil dengan manfaat besar.

2. Aset Produktif: Saham, Reksadana, atau Bisnis

Orang kelas menengah menukar waktu dengan uang, sementara orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka.

Kepemilikan saham atau reksadana indeks memberi akses ke pertumbuhan perusahaan produktif tanpa harus terlibat langsung. Sementara itu, mendirikan bisnis yang bisa berjalan otomatis memperkuat arus pendapatan pasif.

Risiko memang ada, tetapi risiko terukur pada aset produktif justru menjadi kunci menuju kebebasan finansial.

3. Properti yang Menghasilkan Arus Kas

Banyak orang salah kaprah menganggap rumah pribadi sebagai aset, padahal jika setiap bulan justru menguras uang, itu menjadi liabilitas.

Sebaliknya, properti yang menghasilkan arus kas positif, seperti rumah sewa atau REITs (Real Estate Investment Trusts), bisa memberikan pendapatan rutin.

Selain kenaikan nilai properti, penyusutan aset juga memberi keuntungan pajak.

4. Sistem dan Merek yang Bisa Diperluas

Untuk keluar dari kelas menengah, seseorang butuh daya ungkit. Tidak mungkin menjadi kaya hanya dengan tenaga sendiri.

Sistem dan merek yang bisa diperluas (scalable) seperti produk digital, kursus online, e-book, atau kanal YouTube dapat terus menghasilkan pendapatan pasif setelah dibuat.

Selain itu, personal branding juga menjadi aset penting. Reputasi profesional membuka peluang kerja sama, proyek, atau konsultasi bernilai tinggi.

5. Jaringan dan Hubungan

Kekayaan mengalir melalui jaringan. Orang sukses membangun hubungan strategis yang melipatgandakan pengetahuan dan peluang.

Networking bukan sekadar bertukar kartu nama, tetapi berinvestasi dalam hubungan yang memperluas wawasan dan sumber daya.

Mentor, rekan sejawat, dan mitra dengan keahlian berbeda dapat menjadi jembatan menuju peluang besar berikutnya.

Bukan Jalan Instan

Keluar dari jebakan kelas menengah bukan soal keberuntungan atau skema cepat kaya.
Burns menegaskan, kuncinya adalah konsistensi dan strategi investasi jangka panjang.

Keterampilan membuka peluang investasi, aset produktif membiayai jaringan baru, dan properti berarus kas memberi modal bagi sistem yang lebih besar.

“Setiap rupiah, setiap jam, dan setiap hubungan adalah bentuk investasi,” kata Burns.

“Mereka yang berhasil memilih dengan bijak dan berinvestasi secara strategis akan bertransformasi dari ‘terjebak’ menjadi ‘tak terhentikan’.” (hrc)




Editor :
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top