Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Kenapa Jumlah Teman Makin Berkurang saat Dewasa? Ini Alasan Ilmiahnya
Sabtu 25 Oktober 2025, 10:18 WIB
ilustrasi.

MAKIN bertambah usia, merasa lingkaran pertemanan semakin kecil? Kamu tidak sendiri, fenomena ini ternyata sudah terbukti secara ilmiah, dan tidak hanya dialami segelintir orang.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Talker Research terhadap 2.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa tujuh dari sepuluh orang (69%) merasa memiliki teman dekat menjadi semakin sulit seiring bertambahnya usia.

Dalam penelitian tersebut terungkap bahwa rata-rata responden hanya memiliki sekitar tiga hingga empat teman dekat, dan kebanyakan mengaku kehilangan hampir satu teman baik setiap tahunnya. Dalam satu dekade terakhir, mereka memperkirakan telah kehilangan kontak dengan sekitar sembilan orang teman.

Fenomena ini terjadi di hampir semua kelompok usia, namun paling tinggi di kalangan Gen Z, yang mengaku kehilangan rata-rata 10 teman dalam 10 tahun terakhir. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan generasi baby boomer yang rata-rata hanya kehilangan 7,7 teman.

Menariknya, pria ternyata lebih banyak kehilangan teman dibandingkan wanita. Dalam 10 tahun terakhir, pria melaporkan kehilangan hampir 10 teman (9,6), sementara wanita rata-rata kehilangan sekitar 7 hingga 8 teman.

Salah satu alasan utama di balik memudarnya pertemanan ini adalah jarak geografis. Ketika seseorang pindah kota, berganti pekerjaan, atau menempuh jalan hidup berbeda, komunikasi pun berangsur renggang.

"Bertambahnya jarak sering kali menjadi awal dari hilangnya koneksi emosional," tulis laporan tersebut, seperti dilansir New York Post.

Selain jarak, perubahan fase kehidupan juga disebut sebagai penyebab utama lingkaran pertemanan berkurang. Mulai dari menikah, memiliki anak, hingga perubahan karier - semuanya dapat mengubah prioritas dan ruang sosial seseorang.

Selain faktor jarak dan perubahan hidup, banyak responden mengaku pertemanan mereka berakhir karena kurangnya inisiatif untuk menjaga komunikasi. Sebagian berhenti berkomunikasi, sementara yang lain merasa terlalu sibuk untuk menjalin hubungan.

Sebanyak 25% responden menyebut kurangnya waktu sebagai alasan utama, dan 22% lainnya merasa pertemanan memudar karena perbedaan nilai hidup. Kelompok milenial menjadi generasi yang paling sering mengalami pertemanan retak akibat perubahan nilai dan pandangan hidup.

Sementara itu, generasi baby boomer lebih banyak kehilangan teman karena faktor geografis - menunjukkan bahwa prioritas dan kondisi sosial memang berbeda di setiap fase kehidupan.
Mengapa Berteman Jadi Semakin Sulit Saat Dewasa?

Menurut Kylie Sligar, psikolog klinis dan salah satu pendiri All in Bloom Therapy, kesulitan membangun pertemanan baru di usia dewasa adalah hal yang wajar.

"Menjalin pertemanan di masa dewasa bisa sangat menantang karena tidak banyak kesempatan alami untuk bertemu orang baru seperti saat kita masih sekolah atau kuliah," jelasnya.

Dia menambahkan bahwa kehidupan modern yang semakin digital membuat banyak orang sulit membangun koneksi yang nyata.

"Kita perlu berani mengambil inisiatif, konsisten, dan mau sedikit membuka diri untuk membentuk hubungan baru yang bermakna," ujar Kylie.

Persahabatan Berkualitas Lebih Penting daripada Jumlah

Seiring bertambahnya usia, kehidupan semakin padat dengan tanggung jawab dan perubahan. Tak heran jika lingkaran sosial pun mengecil.

Tapi bukan berarti itu hal buruk. Pertemanan yang tersisa justru sering kali menjadi hubungan yang lebih tulus, stabil, dan bermakna.

"Kualitas koneksi jauh lebih berharga daripada banyaknya jumlah teman," pungkas Kylie.

Berikut ini alasan terbesar orang kehilangan kontak dengan teman, menurut survei:

1. Jarak geografis (50%)
2. Transisi kehidupan (48%)
3. Mereka berhenti menghubungi (40%)
4. Saya berhenti menghubungi (35%)
5. Kurangnya waktu (25%)
6. Perubahan nilai (22%)
7. Alasan lain (8%)

(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top