Minggu, 19 Juli 2026

Breaking News

  • Eks Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun, Skandal Dana PI Rp551 Miliar Rugikan Negara Rp64,2 Miliar   ●   
  • Antisipasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga, Polsek Senapelan Rutin Pantau Sembako   ●   
  • Polsek Senapelan Turun ke Pasar, Pastikan Stok Sembako Cukup dan Harga Stabil   ●   
  • Pimpinan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi Buat Jurus Blokir WA Usai anak buah Kencingi Kanwil Riau!   ●   
  • Kanwil Riau Diuji Nyali! Rekening BNI Bicara, Kebohongan Draf Klarifikasi Oknum Pejabat Lapas Bagansiapiapi Resmi Di-Skakmat!   ●   
Japanese Walking, Rahasia Orang Jepang Bakar Lemak Lebih Cepat dari Jogging!
Jumat 10 Oktober 2025, 05:50 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Pernah dengar Japanese Walking? Tren jalan kaki asal Jepang ini sedang ramai diperbincangkan karena disebut lebih efektif membakar lemak dibanding jogging.

Metode yang dikenal juga dengan nama Interval Walking Training (IWT) ini dikembangkan oleh para profesor di Universitas Shinshu, Jepang. Tekniknya sederhana: 3 menit jalan cepat, 3 menit jalan lambat, lalu ulangi siklus tersebut selama 30 menit.

Menurut Dr. Hiroshi Nore, salah satu penggagasnya, metode ini dirancang agar jalan kaki biasa bisa memberikan manfaat maksimal untuk pembakaran lemak dan kesehatan jantung, terutama bagi orang dengan gaya hidup kurang aktif atau lansia.

“Dengan mengganti tempo cepat dan lambat, tubuh bekerja dalam sistem aerobik dan anaerobik sekaligus,” ujar Dr. Nore, dikutip dari Times of India.

Pergantian tempo itu menstimulasi konsumsi oksigen pasca-olahraga (EPOC) dan meningkatkan aktivitas mitokondria dalam sel tubuh. Efeknya, tubuh terus membakar kalori bahkan setelah latihan selesai.

Lebih Efektif dari Jogging

Hasil penelitian Universitas Shinshu menunjukkan, peserta yang rutin melakukan Japanese Walking selama lima bulan bisa kehilangan 3–5 kilogram lemak, sementara mereka yang hanya berjalan dengan kecepatan konstan tidak mengalami perubahan signifikan.

Bagi lansia, latihan ini juga terbukti menjaga kebugaran selama lebih dari 10 tahun. Studi lain bahkan menunjukkan adanya peningkatan VOâ‚‚ max (kemampuan tubuh menyerap oksigen) dan penurunan tekanan darah sistolik setelah beberapa bulan menjalankan teknik ini.

Menurut Harvard Health, VOâ‚‚ max yang tinggi menandakan kebugaran kardiovaskular lebih baik dan berhubungan langsung dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Cocok untuk Semua Usia

Kelebihan utama Japanese Walking adalah risikonya rendah dibanding lari atau jogging. Karena intensitasnya bisa disesuaikan, teknik ini aman untuk pemula, lansia, maupun mereka yang jarang berolahraga.

Namun, bagi orang yang memiliki penyakit jantung, hipertensi tak terkontrol, atau masalah sendi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba metode ini.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top