Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Japanese Walking, Rahasia Orang Jepang Bakar Lemak Lebih Cepat dari Jogging!
Jumat 10 Oktober 2025, 05:50 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Pernah dengar Japanese Walking? Tren jalan kaki asal Jepang ini sedang ramai diperbincangkan karena disebut lebih efektif membakar lemak dibanding jogging.

Metode yang dikenal juga dengan nama Interval Walking Training (IWT) ini dikembangkan oleh para profesor di Universitas Shinshu, Jepang. Tekniknya sederhana: 3 menit jalan cepat, 3 menit jalan lambat, lalu ulangi siklus tersebut selama 30 menit.

Menurut Dr. Hiroshi Nore, salah satu penggagasnya, metode ini dirancang agar jalan kaki biasa bisa memberikan manfaat maksimal untuk pembakaran lemak dan kesehatan jantung, terutama bagi orang dengan gaya hidup kurang aktif atau lansia.

“Dengan mengganti tempo cepat dan lambat, tubuh bekerja dalam sistem aerobik dan anaerobik sekaligus,” ujar Dr. Nore, dikutip dari Times of India.

Pergantian tempo itu menstimulasi konsumsi oksigen pasca-olahraga (EPOC) dan meningkatkan aktivitas mitokondria dalam sel tubuh. Efeknya, tubuh terus membakar kalori bahkan setelah latihan selesai.

Lebih Efektif dari Jogging

Hasil penelitian Universitas Shinshu menunjukkan, peserta yang rutin melakukan Japanese Walking selama lima bulan bisa kehilangan 3–5 kilogram lemak, sementara mereka yang hanya berjalan dengan kecepatan konstan tidak mengalami perubahan signifikan.

Bagi lansia, latihan ini juga terbukti menjaga kebugaran selama lebih dari 10 tahun. Studi lain bahkan menunjukkan adanya peningkatan VOâ‚‚ max (kemampuan tubuh menyerap oksigen) dan penurunan tekanan darah sistolik setelah beberapa bulan menjalankan teknik ini.

Menurut Harvard Health, VOâ‚‚ max yang tinggi menandakan kebugaran kardiovaskular lebih baik dan berhubungan langsung dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Cocok untuk Semua Usia

Kelebihan utama Japanese Walking adalah risikonya rendah dibanding lari atau jogging. Karena intensitasnya bisa disesuaikan, teknik ini aman untuk pemula, lansia, maupun mereka yang jarang berolahraga.

Namun, bagi orang yang memiliki penyakit jantung, hipertensi tak terkontrol, atau masalah sendi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba metode ini.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top