Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Japanese Walking, Rahasia Orang Jepang Bakar Lemak Lebih Cepat dari Jogging!
Jumat 10 Oktober 2025, 05:50 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Pernah dengar Japanese Walking? Tren jalan kaki asal Jepang ini sedang ramai diperbincangkan karena disebut lebih efektif membakar lemak dibanding jogging.

Metode yang dikenal juga dengan nama Interval Walking Training (IWT) ini dikembangkan oleh para profesor di Universitas Shinshu, Jepang. Tekniknya sederhana: 3 menit jalan cepat, 3 menit jalan lambat, lalu ulangi siklus tersebut selama 30 menit.

Menurut Dr. Hiroshi Nore, salah satu penggagasnya, metode ini dirancang agar jalan kaki biasa bisa memberikan manfaat maksimal untuk pembakaran lemak dan kesehatan jantung, terutama bagi orang dengan gaya hidup kurang aktif atau lansia.

“Dengan mengganti tempo cepat dan lambat, tubuh bekerja dalam sistem aerobik dan anaerobik sekaligus,” ujar Dr. Nore, dikutip dari Times of India.

Pergantian tempo itu menstimulasi konsumsi oksigen pasca-olahraga (EPOC) dan meningkatkan aktivitas mitokondria dalam sel tubuh. Efeknya, tubuh terus membakar kalori bahkan setelah latihan selesai.

Lebih Efektif dari Jogging

Hasil penelitian Universitas Shinshu menunjukkan, peserta yang rutin melakukan Japanese Walking selama lima bulan bisa kehilangan 3–5 kilogram lemak, sementara mereka yang hanya berjalan dengan kecepatan konstan tidak mengalami perubahan signifikan.

Bagi lansia, latihan ini juga terbukti menjaga kebugaran selama lebih dari 10 tahun. Studi lain bahkan menunjukkan adanya peningkatan VOâ‚‚ max (kemampuan tubuh menyerap oksigen) dan penurunan tekanan darah sistolik setelah beberapa bulan menjalankan teknik ini.

Menurut Harvard Health, VOâ‚‚ max yang tinggi menandakan kebugaran kardiovaskular lebih baik dan berhubungan langsung dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.

Cocok untuk Semua Usia

Kelebihan utama Japanese Walking adalah risikonya rendah dibanding lari atau jogging. Karena intensitasnya bisa disesuaikan, teknik ini aman untuk pemula, lansia, maupun mereka yang jarang berolahraga.

Namun, bagi orang yang memiliki penyakit jantung, hipertensi tak terkontrol, atau masalah sendi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba metode ini.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top