Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Jalur Sumbar–Riau di Kelok Sembilan Kembali Dibuka Usai Longsor, Lalu Lintas Lancar Dua Arah
Jumat 19 September 2025, 10:52 WIB
Akses jalan utama Sumbar-Riau di Kelok 9 kembali dibuka dua jalur usai longsor, Satlantas pastikan lalu lintas lancar sejak Jumat pagi.

LIMAPULUH KOTA – Jalur penghubung Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau di kawasan Kelok Sembilan kembali dibuka untuk kendaraan dua arah pada Jumat pagi (19/9/2025).

Pembukaan dilakukan setelah material longsor yang menimbun badan jalan berhasil dibersihkan sepenuhnya.

Pantauan hingga pukul 07.25 WIB menunjukkan arus lalu lintas sudah lancar. Kendaraan dari arah Payakumbuh menuju Pekanbaru maupun sebaliknya kembali bergerak normal, antrean panjang pun berangsur hilang.

Longsor terjadi pada Kamis malam (18/9/2025) sekitar pukul 19.00 WIB di kelok pertama, tepatnya Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Akibatnya, jalur vital tersebut lumpuh total sejak pukul 19.30 WIB.

Proses pembersihan material berlangsung maraton. Sekitar pukul 00.30 WIB, alat berat dari PUPR mulai bekerja dari arah Pekanbaru menuju Payakumbuh. Tiga jam kemudian, tepat pukul 03.00 WIB, alat berat tambahan milik TNI dikerahkan dari arah sebaliknya.

Selama proses berlangsung, unit pengurai massa dari Polres Limapuluh Kota juga membantu penerangan di lokasi. Pembersihan selesai pada pukul 05.00 WIB, dan jalur kembali dibuka 15 menit kemudian.

Meski arus lalu lintas sudah normal, tim gabungan tetap melakukan pemantauan. Beberapa material tanah dilaporkan masih bergerak ketika terjadi getaran di sekitar area longsor.

Jalur lintas Sumbar–Riau, khususnya Kelok Sembilan dan kawasan Pangkalan, dikenal rawan longsor. Struktur tanah di lereng bukit curam membuat kawasan ini rentan, terutama saat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.(hrc)

 




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top