Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Riau Difabel Fair 2025 Hadirkan Semangat Inklusif dan Kreativitas Tanpa Batas
Minggu 14 September 2025, 10:23 WIB
Riau Difabel Fair 2025.

PEKANBARU – Riau Difabel Fair 2025 sukses digelar dengan meriah di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Sabtu (13/9/2025). Ajang ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan karya, kreativitas, sekaligus memperkuat jejaring usaha dan pemberdayaan.

Ratusan difabel dari Pekanbaru hingga Kampar memenuhi halaman UMRI. Mereka tampil percaya diri, baik secara individu maupun berkelompok, menampilkan bakat dan karya luar biasa.

Pertunjukan dibuka dengan opera berbahasa Bangkinang yang diperankan siswa SLB Negeri Bangkinang. Cerita kehidupan sehari-hari yang mereka bawakan kian hidup ketika dipadukan dengan musik angklung dan calempong, alat musik khas Kampar.

Suasana kemudian berubah syahdu saat Fano, penyanyi netra remaja, membawakan lagu Ibu. Suaranya yang tinggi dan menyentuh membuat banyak hadirin berkaca-kaca. Sementara itu, parade busana muslim, kasual, hingga kreasi modern dalam fashion show difabel menambah semarak acara dengan penampilan layaknya model profesional.

Selain pentas seni, kegiatan ini juga menghadirkan Talk Show Riau Difabel Community yang diisi berbagai tokoh, di antaranya Anggota DPR RI H. Hendry Munief, SE.Ak, MBA, Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs. H. Syahrul Mauludi, MA, Pakar Parenting Nabawiyah Dr. Yudi Irwan, SE, ME.Sy, serta Ketua HIDIMU Riau Imamil Usni.

Acara yang digagas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Riau berkolaborasi dengan Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) ini turut menampilkan pameran produk UMKM difabel, talkshow inspiratif, dan berbagai pertunjukan seni yang memperlihatkan potensi luar biasa komunitas difabel Riau.

UMRI Deklarasi Kampus Ramah Difabel

Dalam kesempatan ini, Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, MA, secara resmi mendeklarasikan UMRI sebagai Kampus Ramah Difabel. Ia menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari ideologi Muhammadiyah.

“Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan difabel. Banyak sahabat beliau adalah penyandang disabilitas, seperti Abdullah bin Ummi Maktum dan Amr bin Al-Jamuh. Rasulullah menempatkan mereka dengan penuh hormat, dan itu menjadi teladan bagi kita,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr. Hendri Sayuti, M.Ag menekankan bahwa keberpihakan Muhammadiyah kepada kaum difabel merupakan kelanjutan dari misi membela kaum dhuafa.

“Fikih difabel lahir sebagai wujud nyata komitmen itu. Ke depan, masjid dan lembaga pendidikan Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan difabel, sehingga martabat mereka semakin terangkat,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya peran wakaf untuk mendukung pemberdayaan difabel.

Apresiasi dan Harapan

Ketua HIDIMU Riau sekaligus Ketua Panitia, Imamil Usni, mengapresiasi dukungan UMRI dan PW Muhammadiyah Riau. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan yang lain. Bahkan, karya mereka layak bersaing di pasar,” ujarnya penuh haru.

Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemenag Kota Pekanbaru, Lazismu Riau, Bank Danamon, JNE, Rotte Foundation, dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia.

Ketua LDK PWM Riau, Dr. Santoso, S.Si, M.Si, menambahkan bahwa dakwah komunitas juga berarti memperjuangkan hak difabel dalam pendidikan, pekerjaan, dan akses publik. “Riau Difabel Fair bukan hanya ajang pameran, tetapi simbol bahwa inklusi adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Pertunjukan musik, tari, hingga fashion show seluruhnya diperankan oleh penyandang disabilitas. Pameran kerajinan, kuliner, dan karya seni mereka pun mendapat sambutan hangat dari pengunjung.

Riau Difabel Fair 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten memperkuat ekosistem inklusi sosial di Bumi Lancang Kuning. “Semoga tahun depan lebih besar, lebih banyak peserta, dan makin banyak pihak yang terlibat,” pungkasnya.(*)




Editor :
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top