Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Riau Difabel Fair 2025 Hadirkan Semangat Inklusif dan Kreativitas Tanpa Batas
Minggu 14 September 2025, 10:23 WIB
Riau Difabel Fair 2025.

PEKANBARU – Riau Difabel Fair 2025 sukses digelar dengan meriah di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Sabtu (13/9/2025). Ajang ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan karya, kreativitas, sekaligus memperkuat jejaring usaha dan pemberdayaan.

Ratusan difabel dari Pekanbaru hingga Kampar memenuhi halaman UMRI. Mereka tampil percaya diri, baik secara individu maupun berkelompok, menampilkan bakat dan karya luar biasa.

Pertunjukan dibuka dengan opera berbahasa Bangkinang yang diperankan siswa SLB Negeri Bangkinang. Cerita kehidupan sehari-hari yang mereka bawakan kian hidup ketika dipadukan dengan musik angklung dan calempong, alat musik khas Kampar.

Suasana kemudian berubah syahdu saat Fano, penyanyi netra remaja, membawakan lagu Ibu. Suaranya yang tinggi dan menyentuh membuat banyak hadirin berkaca-kaca. Sementara itu, parade busana muslim, kasual, hingga kreasi modern dalam fashion show difabel menambah semarak acara dengan penampilan layaknya model profesional.

Selain pentas seni, kegiatan ini juga menghadirkan Talk Show Riau Difabel Community yang diisi berbagai tokoh, di antaranya Anggota DPR RI H. Hendry Munief, SE.Ak, MBA, Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs. H. Syahrul Mauludi, MA, Pakar Parenting Nabawiyah Dr. Yudi Irwan, SE, ME.Sy, serta Ketua HIDIMU Riau Imamil Usni.

Acara yang digagas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Riau berkolaborasi dengan Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) ini turut menampilkan pameran produk UMKM difabel, talkshow inspiratif, dan berbagai pertunjukan seni yang memperlihatkan potensi luar biasa komunitas difabel Riau.

UMRI Deklarasi Kampus Ramah Difabel

Dalam kesempatan ini, Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, MA, secara resmi mendeklarasikan UMRI sebagai Kampus Ramah Difabel. Ia menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari ideologi Muhammadiyah.

“Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan difabel. Banyak sahabat beliau adalah penyandang disabilitas, seperti Abdullah bin Ummi Maktum dan Amr bin Al-Jamuh. Rasulullah menempatkan mereka dengan penuh hormat, dan itu menjadi teladan bagi kita,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr. Hendri Sayuti, M.Ag menekankan bahwa keberpihakan Muhammadiyah kepada kaum difabel merupakan kelanjutan dari misi membela kaum dhuafa.

“Fikih difabel lahir sebagai wujud nyata komitmen itu. Ke depan, masjid dan lembaga pendidikan Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan difabel, sehingga martabat mereka semakin terangkat,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya peran wakaf untuk mendukung pemberdayaan difabel.

Apresiasi dan Harapan

Ketua HIDIMU Riau sekaligus Ketua Panitia, Imamil Usni, mengapresiasi dukungan UMRI dan PW Muhammadiyah Riau. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan yang lain. Bahkan, karya mereka layak bersaing di pasar,” ujarnya penuh haru.

Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemenag Kota Pekanbaru, Lazismu Riau, Bank Danamon, JNE, Rotte Foundation, dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia.

Ketua LDK PWM Riau, Dr. Santoso, S.Si, M.Si, menambahkan bahwa dakwah komunitas juga berarti memperjuangkan hak difabel dalam pendidikan, pekerjaan, dan akses publik. “Riau Difabel Fair bukan hanya ajang pameran, tetapi simbol bahwa inklusi adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Pertunjukan musik, tari, hingga fashion show seluruhnya diperankan oleh penyandang disabilitas. Pameran kerajinan, kuliner, dan karya seni mereka pun mendapat sambutan hangat dari pengunjung.

Riau Difabel Fair 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten memperkuat ekosistem inklusi sosial di Bumi Lancang Kuning. “Semoga tahun depan lebih besar, lebih banyak peserta, dan makin banyak pihak yang terlibat,” pungkasnya.(*)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top