Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
Riau Difabel Fair 2025 Hadirkan Semangat Inklusif dan Kreativitas Tanpa Batas
Minggu 14 September 2025, 10:23 WIB
Riau Difabel Fair 2025.

PEKANBARU – Riau Difabel Fair 2025 sukses digelar dengan meriah di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Sabtu (13/9/2025). Ajang ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan karya, kreativitas, sekaligus memperkuat jejaring usaha dan pemberdayaan.

Ratusan difabel dari Pekanbaru hingga Kampar memenuhi halaman UMRI. Mereka tampil percaya diri, baik secara individu maupun berkelompok, menampilkan bakat dan karya luar biasa.

Pertunjukan dibuka dengan opera berbahasa Bangkinang yang diperankan siswa SLB Negeri Bangkinang. Cerita kehidupan sehari-hari yang mereka bawakan kian hidup ketika dipadukan dengan musik angklung dan calempong, alat musik khas Kampar.

Suasana kemudian berubah syahdu saat Fano, penyanyi netra remaja, membawakan lagu Ibu. Suaranya yang tinggi dan menyentuh membuat banyak hadirin berkaca-kaca. Sementara itu, parade busana muslim, kasual, hingga kreasi modern dalam fashion show difabel menambah semarak acara dengan penampilan layaknya model profesional.

Selain pentas seni, kegiatan ini juga menghadirkan Talk Show Riau Difabel Community yang diisi berbagai tokoh, di antaranya Anggota DPR RI H. Hendry Munief, SE.Ak, MBA, Kepala Kemenag Kota Pekanbaru Drs. H. Syahrul Mauludi, MA, Pakar Parenting Nabawiyah Dr. Yudi Irwan, SE, ME.Sy, serta Ketua HIDIMU Riau Imamil Usni.

Acara yang digagas Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Riau berkolaborasi dengan Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) ini turut menampilkan pameran produk UMKM difabel, talkshow inspiratif, dan berbagai pertunjukan seni yang memperlihatkan potensi luar biasa komunitas difabel Riau.

UMRI Deklarasi Kampus Ramah Difabel

Dalam kesempatan ini, Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, MA, secara resmi mendeklarasikan UMRI sebagai Kampus Ramah Difabel. Ia menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari ideologi Muhammadiyah.

“Nabi Muhammad SAW sangat memuliakan difabel. Banyak sahabat beliau adalah penyandang disabilitas, seperti Abdullah bin Ummi Maktum dan Amr bin Al-Jamuh. Rasulullah menempatkan mereka dengan penuh hormat, dan itu menjadi teladan bagi kita,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PW Muhammadiyah Riau Dr. Hendri Sayuti, M.Ag menekankan bahwa keberpihakan Muhammadiyah kepada kaum difabel merupakan kelanjutan dari misi membela kaum dhuafa.

“Fikih difabel lahir sebagai wujud nyata komitmen itu. Ke depan, masjid dan lembaga pendidikan Muhammadiyah harus menjadi pusat pembinaan difabel, sehingga martabat mereka semakin terangkat,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya peran wakaf untuk mendukung pemberdayaan difabel.

Apresiasi dan Harapan

Ketua HIDIMU Riau sekaligus Ketua Panitia, Imamil Usni, mengapresiasi dukungan UMRI dan PW Muhammadiyah Riau. “Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman difabel memiliki kemampuan dan kreativitas yang tidak kalah dengan yang lain. Bahkan, karya mereka layak bersaing di pasar,” ujarnya penuh haru.

Acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemenag Kota Pekanbaru, Lazismu Riau, Bank Danamon, JNE, Rotte Foundation, dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia.

Ketua LDK PWM Riau, Dr. Santoso, S.Si, M.Si, menambahkan bahwa dakwah komunitas juga berarti memperjuangkan hak difabel dalam pendidikan, pekerjaan, dan akses publik. “Riau Difabel Fair bukan hanya ajang pameran, tetapi simbol bahwa inklusi adalah bagian penting dari pembangunan daerah,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang acara. Pertunjukan musik, tari, hingga fashion show seluruhnya diperankan oleh penyandang disabilitas. Pameran kerajinan, kuliner, dan karya seni mereka pun mendapat sambutan hangat dari pengunjung.

Riau Difabel Fair 2025 diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten memperkuat ekosistem inklusi sosial di Bumi Lancang Kuning. “Semoga tahun depan lebih besar, lebih banyak peserta, dan makin banyak pihak yang terlibat,” pungkasnya.(*)




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top