Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Risalah The Fed Tekan Pasar, Harga Emas Tertahan di US$3.299 per Ounce
Kamis 29 Mei 2025, 08:49 WIB
Emas.

JAKARTA– Harga emas tetap stabil pada perdagangan Rabu (28/5/2025), di tengah kekhawatiran pasar terhadap prospek inflasi yang meningkat dan potensi resesi, sebagaimana tercermin dalam risalah rapat The Federal Reserve (The Fed) bulan Mei.

Risalah pertemuan tersebut memperlihatkan kecemasan para pejabat bank sentral Amerika Serikat terkait tekanan inflasi yang belum mereda dan kemungkinan kenaikan tingkat pengangguran. Hal ini kembali menegaskan posisi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Mengutip laporan Reuters, Kamis (29/5/2025), harga emas di pasar spot tercatat di level US$3.299,95 per troy ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,2% menjadi US$3.294,90 per troy ounce.

"Pergerakan harga emas dalam beberapa waktu terakhir sangat volatil, dipengaruhi oleh sentimen harian dan belum menunjukkan arah tren yang konsisten," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Dalam risalah rapat yang digelar pada 6–7 Mei lalu, The Fed menyampaikan kekhawatiran akan tantangan kebijakan moneter di tengah inflasi yang masih tinggi dan ketidakpastian pasar tenaga kerja. Ancaman resesi pun dinilai semakin nyata.

Pertemuan itu berlangsung di tengah ketegangan perdagangan global yang kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor secara besar-besaran pada awal April, meskipun sebagian telah ditangguhkan.

Harga emas telah menguat sekitar 26% sepanjang tahun ini dan mencetak rekor tertinggi pada April lalu. Kinerja ini ditopang oleh suku bunga yang rendah dan meningkatnya permintaan di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

Melihat situasi tersebut, Goldman Sachs pada Rabu merekomendasikan peningkatan porsi emas dalam portofolio investasi jangka panjang. Lembaga keuangan itu menyoroti tekanan terhadap kredibilitas institusi-institusi di AS, kebijakan fiskal yang agresif, dan pembelian emas berkelanjutan oleh bank-bank sentral dunia sebagai faktor pendukung.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting, seperti laporan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang akan dirilis Kamis, serta data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat, yang dapat memberi sinyal arah kebijakan moneter The Fed ke depan.

Sementara itu, data terbaru juga mencatat lonjakan impor emas dari AS ke Swiss pada April, mencapai level tertinggi bulanan sejak 2012, menyusul pengecualian logam mulia dari daftar tarif impor AS.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,9% menjadi US$32,99 per ounce. Harga platinum naik tipis 0,1% ke US$1.081,09, sementara paladium terkoreksi 1,2% ke US$967,10 per ounce, seperti yang dilansir dari bisnis. (*)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top