Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Ratusan Warga Minta THM Chromatic Family Karaoke Ditutup
Sabtu 11 Januari 2025, 07:43 WIB
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Anti Maksiat menggelar aksi damai pada Jumat (10/1/2025) sore, menuntut pemerintah untuk menutup Tempat Hiburan Malam Chromatic Family Karaoke.

PEKANBARU – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Anti Maksiat (FAM) menggelar aksi damai pada Jumat (10/1/2025) sore, menuntut pemerintah untuk menutup Tempat Hiburan Malam (THM) Chromatic Family Karaoke di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Mereka menduga tempat tersebut menjadi sarang aktivitas maksiat.

Dalam aksi tersebut, para pendemo mengenakan pita kuning di lengan sebagai simbol protes. Mereka juga membentangkan spanduk di halaman THM Chromatic Family Karaoke.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel gabungan Kepolisian dan Satpol PP guna menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kami meminta pemerintah segera menutup sarang maksiat ini," ujar Ketua FAM, Syariful, dalam orasinya dari atas mobil.

Hingga pukul 15.20 WIB, aksi demonstrasi terus berlangsung. Jumlah peserta aksi semakin bertambah, melibatkan warga dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak.

"Tempat ini sudah menjadi sarang maksiat. Selain itu, bangunannya melanggar aturan karena berdiri dekat masjid, sekolah Islam, dan kampus," lanjut Syariful.

Para demonstran mendesak agar THM Chromatic segera ditutup dan disegel pada hari yang sama, sehingga tidak ada lagi aktivitas di tempat tersebut.

"Kami sudah dua kali turun aksi. Jika pemerintah tetap membiarkan tempat ini beroperasi, jangan salahkan kami jika nantinya mengambil tindakan sendiri untuk menutup tempat maksiat ini," tegas Syariful.

Teriakan "Tutup! Tutup!" menggema dari kelompok ibu-ibu yang turut hadir mendukung aksi tersebut.(riaupos)




Editor : Tim
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top