Senin, 20 Juli 2026

Breaking News

  • Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Senapelan Pantau Stok Sembako dan Stabilitas Harga   ●   
  • Pastikan Pasokan Lancar, Polsek Senapelan Kawal Stabilitas Harga Bahan Pokok   ●   
  • CEO Master Bagasi Amir Hamzah Raih Pemred Award 2026 atas Kepemimpinan dan Inovasi Ekspor UMKM   ●   
  • Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026   ●   
  • Eks Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun, Skandal Dana PI Rp551 Miliar Rugikan Negara Rp64,2 Miliar   ●   
Ratusan Warga Minta THM Chromatic Family Karaoke Ditutup
Sabtu 11 Januari 2025, 07:43 WIB
Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Anti Maksiat menggelar aksi damai pada Jumat (10/1/2025) sore, menuntut pemerintah untuk menutup Tempat Hiburan Malam Chromatic Family Karaoke.

PEKANBARU – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Anti Maksiat (FAM) menggelar aksi damai pada Jumat (10/1/2025) sore, menuntut pemerintah untuk menutup Tempat Hiburan Malam (THM) Chromatic Family Karaoke di Jalan HR Soebrantas, Pekanbaru. Mereka menduga tempat tersebut menjadi sarang aktivitas maksiat.

Dalam aksi tersebut, para pendemo mengenakan pita kuning di lengan sebagai simbol protes. Mereka juga membentangkan spanduk di halaman THM Chromatic Family Karaoke.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari ratusan personel gabungan Kepolisian dan Satpol PP guna menjaga keamanan dan ketertiban.

"Kami meminta pemerintah segera menutup sarang maksiat ini," ujar Ketua FAM, Syariful, dalam orasinya dari atas mobil.

Hingga pukul 15.20 WIB, aksi demonstrasi terus berlangsung. Jumlah peserta aksi semakin bertambah, melibatkan warga dari berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak.

"Tempat ini sudah menjadi sarang maksiat. Selain itu, bangunannya melanggar aturan karena berdiri dekat masjid, sekolah Islam, dan kampus," lanjut Syariful.

Para demonstran mendesak agar THM Chromatic segera ditutup dan disegel pada hari yang sama, sehingga tidak ada lagi aktivitas di tempat tersebut.

"Kami sudah dua kali turun aksi. Jika pemerintah tetap membiarkan tempat ini beroperasi, jangan salahkan kami jika nantinya mengambil tindakan sendiri untuk menutup tempat maksiat ini," tegas Syariful.

Teriakan "Tutup! Tutup!" menggema dari kelompok ibu-ibu yang turut hadir mendukung aksi tersebut.(riaupos)




Editor : Tim
Kategori : Hukrim
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top