Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Menuju Istana
Ganjar Mahfud: Benarkah Akan Dwi Tunggal?
Selasa 05 Desember 2023, 20:49 WIB
Linoviota: Pemerhati Sosial Politik

Genderang kampanya sudah ditabuh Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Tiga pasangan capres cawapres telah berlari kencang untuk memikat hati calon pemilih. Mereka berharap , calon pemilih bisa mengenal,  lalu menjadi suporter dan tujuan akhir menjadi voter bagi mereka.

Semua menyampaikan dan menebar janji. Secara umum, janji ini relatif sama. Yaitu demi Indonesia sejahtera dibawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa. 

Namun demikian ada yang menarik dari ketiga pasangan ini menyangkut janji dan bagaimana janji itu di wujudkan. Ini menyangkut janji pasangan Ganjar Mahfud. Mahfud menyatakan di depan media cetak, elektronik dan online, bahwa dirinya di pinang oleh partai koalisi PDIP, PPP, Hanura dan Perindo  sebagai cawapres, bukan sebagai ban serap.

Tapi partai koalisi melalui Megawati Soekarno Putri mengatakan langsung kepada Mahfud MD, sebagai cawapres, ia diminta untuk mengomandoi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Mahfud, sebagai orang yang memiliki latar belakang hukum, dengan titel guru besar, tanpa ragu menerima pinangan partai koalisi tersebut dan dengan mantap menyanggupi. 

Ganjar pun merespon cepat. Bagi mantan gubernur Jawa Tengah ini, adanya beban kerja presiden yang dilimpahkan kepada wakilnya tidaklah masalah. Bahkan Ganjar Pranowo menyatakan ia sangat beruntung mendapatkan wakil yang akan membantunya dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Ini bukan sekali saja dikemukakan Ganjar. Di acara narasi Mata Najwa, podcast Akbar Faisal Unsensored dan jumpa media, hal tentang mendapatkan wakil yang cakap dan teruji, Prof Mahfud ini terus diulangnya.

Dari mimik wajah dan gestur yang diperlihatkan, nampaknya Ganjar bisa dipercaya untuk ucapannya ini.

Apapun ucapan Ganjar ini, tentu ada yang meragukan. Bahwa ini hanyalah gimmik . Sesuatu yang tidak ada aturan formal dan pada akhirnya bisa menimbulkan matahari kembar.

Spekulasi seperti ini wajar. Tapi kita harus melihat beberapa langkah kebelakang. Disaat Ganjar menjadi Gubernur Jawa Barat. Pria berambut putih secara terang benderang menentang timnas sepakbola U-20 bermain di Indonesia khususnya Jawa Tengah. Ia beralasan bahwa penolakan tersebut adalah perintah Undang-Undang dasar 1945, dan itu harga mati. Loyalitaa sarjana hukum UGM ini memang tegak lurus pada aturan dan kesepakatan yang di buat bersama. Sebagai jalan keluar,Ganjar menelefon Dubes RI di Singapur untuk berbicara kemungkinan khusus pertandingan Israel diselenggarakan di sana. Walau hal itu tidak mungkin, namun Ganjar mencoba mencari solusi. Piala Dunia U 20 tetap berjalan, tapi Undang-Undang Dasar tidak dilanggar.

Lebih jauh, penulis coba mencari lebih banyak tentang duet Ganjar Mahfud ini melalui Tim Pemenangan Daerah (TPD) Ganjar Mahfud di dua provinsi. Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.

Tim Pemenangan Daerah Ganjar Mahfud Sumatera Barat yang dikomandoi Febby Dt Bangso, menyatakan bahwa dukungan TPD Sumbar merupakan sebuah Tim yang telah mengkaji kinerja kedua orang yang akan mereka menangkan. Kedua nya bukan hanya melengkapi, tapi lebih untuk bekerja dengan komitmen berdasarkan semua aturan yang berlaku di negara ini. Karena komitmen itulah, yang ada pada akhirnya bukan matahari kembar. Tapi matahari yang bersinar terang. Kalau istilah zaman Soekarno-Hatta adalah Dwi Tunggal.

Sedangkan bagi TPD Kalimantan Selatan melalui ketua PDIP Kalimantan Selatan M Syarifudin, Ganjar Mahfud adalah dua sosok yang bisa dipercaya,memiliki kecakapan serta sudah terukur kemampuannya ketika sedang dan pasca menjabat sebuah jabatan politik. 

Semua tentu memiliki ukuran. Bagi pemilih, selain rekam jejak, janji kampanye yang realistis dan kemampuan saat debat kandidat menjadi sebuah tolak ukur. Bukan sesuatu yang mengawang-awang. Apalagi instand.

Mari kita cermati hari demi hari dalam suasana kampanye ini. Agar bisa mewujudkan Indonesia emas 2045. Hanya ada dua pilihan untuk mewujudkan Indonesia emas. Cerdas dari hari ini untuk menetapkan pulihan atau hanya sekedar terpesona melihat dari jauh kemajuan dunia luar.

 

 

 




Editor : Linoviota
Kategori : Opini
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top