Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Selamat Tinggal Jakarta
IKN Peluang dan Tantangan Bagi Kalimantan
Sabtu 11 Februari 2023, 08:52 WIB
Linoviota ( Plt Wapimred Situsnews.com)

Ibu kota Nusantara (IKN) saat ini mulai ramai diperbincangkan lagi oleh banyak orang. Perbincangan ini dilakukan baik oleh akademisi, pelaku bisnis, analis kebijakan, analis militer sampai cerita masyarakat di kedai kopi.

Perbincangan IKN merupakan sesuatu yang menarik dan perlu, sebab IKN akan membawa dampak besar bagi Indonesia di mas mendatang. Perbincangan ini mulai mengimbangi pembicaraan siapakah rokoglh yang akan maju pada pilpres 2024 mendatang, Anies Baswedan, Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo beserta partai koalisinya yang masih mencari format.

Pemerintah dan DPR sendiri nampaknya tidak main-main dalam pemindahan ibukota negara ini. Pada awal 2022, lahirlah undang-undang no 3 tahun 2022 tentang IKN. IKN akan berlokasi di Kalimantan Timur dengan sebagian dua wilayah kabupaten menjadi lokasinya. Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Luas total wilayah yang diamvil dari dua kabupaten ini adalah 256.142 Hektar, dengan rincian 56.180 Hektar wilayah IKN (inti) yang merupakan pusat pemerintahan. 199.962 Hektar merupakan wilayah pengembangan untuk hunian warga, taman kota, sarana publik, pusat perekonomian dan lainnya. Sedangkan luas perairan akan meliputi laut seluas 68.189 Hektar.

Pemerintah pusat sendiri sampai saat ini terus mengupayakan agar pada ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia nanti di tahun 2024, upacara akan berlangsung di istana presiden IKN. Selain itu, 4 kementrian untuk tahap awal juga akan ikut pindah. Emrnteisn tersebut adalah kemetrian dalam negeri, kementrian luar negeri, kementrian pertahanan dan kementrian sekretariat negara. Akibatnya saat ini 3 proyek hunian bagi aparatur sipil negara sedang dibangun dengan anggaran Rp 41 Trilyun.

Bila keseriusan pemerintah pusat ini sungguh besar, lalu bagaimana dengan pemerintahan daerah Kalimantan Timur,  Kalimantan Tengah dan Selatan? Sebab wilayah yang akan menjadi IKN ini berdekatan dengan Kalimantan tengah dan Kalimantan Selatan seperti kabupaten Kotabaru. 

Tentunya ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pemerintah daerah baik propinsi dan kabupaten kota. Namun sampai hari ini, belum ada pemerintah daerah yang menanggapi nya dengan serius. Belum ada blue print ( cetak biru) yang menggambarkan daerah untuk menyambut IKN. Secara sosiologis, bila pengembangan daerah menjadi kota, apalagi "kota besar" seperti IKN, maka secara otomatis daerah sekitarnya akan menjadi daerah penyangga atau daerah satelit. Pergeseran nilai akan terjadi pada daerah penyangga ini, baik itu perekonomian, budaya, heterogenitas yang pada gilirannya membuat persaiangan hidup lebih ketat. 

Cetak biru tersebut tentunya menjadi suatu keharusan agar satu daerah dapat menciptakan peluang potensi menjadi sebuah aksi bagi pembangunan daerahnya. Dengan rencana besar pemerintah pusat ini, seharusnya Pemda sudah mengambil langkah strategis mulai hari ini.

Dari perencanaa IKN ditahun 2019 lalu yang bertepatan dengan debat kandidat pilkada di Kalimantan tengah dan selatan, IKN tidak menjadi bahasan utama para calon. Hanya seorang calon dari kabupaten Kotabaru yang coba membahas IKN ini namun terpotong oleh waktu debat yang singkat.

Dengan kondisi seperti saat ini, kesalahan daerah penyangga seperti Bekasi, Depok dan Bogor yang pada sisi tertentu kurang mampu mengimbangi hiruk pikuk Jakarta, maka hal sama bisa juga terjadi di daerah penyangga IKN. Kemiskinan, gelandangan, rumah liar, kriminalitas akan menjadi berita sehari-hari pada akhirnya.

Karenanya tak ada pilihan lain bagi pemerintah daerah di Kalimantan untuk segera memikirkan, merencanakan dan mengambil aksi dan porsi mulai hari ini agar kemajuan, pertumbuhan ekonomi, nilai sosial, toleransi dan semakin tingginya heterogen masyarakat bisa terwujud secara bersama. Inilah peluang dan tantangan besar Pemda agar daerahnya bisa diperhitungkan oleh IKN dan daerah lainnya di Indonesia. (Linoviota)




Editor : Linoviota
Kategori : Opini
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top