Rabu, 3 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Nilai Mutlak Menjadi Pegangan Dalam Berpolitik
Pergerakan Rakyat Harus Dituntaskan
Rabu 18 Januari 2023, 14:20 WIB
Fauzi Kadir. Ketua DPW Partai Ummat Riau dan Aktivis Jogja era 80an

Fauzi Kadir

Ketua DPW Partai Ummat Riau dan Aktivis Mahasiswa Era 1980

Kehidupan kebangsaan kita sampai hari ini, membutuhkan sebuah perjuangan yang lebih masif. Pergerakan oligarki dengan tengkulak sebagai kaki tangan mereka, makin hari makin meraja lela. Akibatnya penghisapan dari oligarki sebagai pemilik modal, menjadi sebuah momok yang bila tidak diselesaikan dapat membuat rakyat terus terbenam dalam lumpur kemiskinan.

Sebagai sebuah bangsa yang merdeka, cita-cita para pendiri bangsa dan seluruh rakyat kala itu adalah kemakmuran, keadilan dan kesetaraan. Namun sistem pengelolaan negara yang lebih berpihak pada neokapitalis dan neoliberakis menjadikan rakyat tak berdaya dalam memperjuangkan hak mereka. Harusnya bila cita-cita yang dilakukan pendiri bangsa itu diperjuangkan, pemerintah meletakkan nilai ( value ) sebagai tonggak dalam mengambil sebuah keputusan.

Manusia pada dasarnya memiliki imagined comunities. Dimana setiap orang mendambakan subuah kehidupan kolektif yang aman dan semua dapat berusaha untuk memenuhi segala aspek kehidupannya dengan baik. Namun ternyata imagined comunities tersebut hanya dimiliki sekelompok orang dan oligarki. Lalu apa yang didapat rakyat? Cuma remah-remah yang membuat rakyat tak bisa mencapai harapannya. Ambil saja contoh, kehidupan para kuli, tukang ojek dari waktu ke waktu begitu-begitu saja.

Sebagai seorang aktivis muda di jogjakarta tahun 80an, saya masih banyak bertemu dengan para pendiri bangsa seperti AR Baswedan. Saya sering berdiskusi dengan beliau. Banyak harapan yang pada akhirnya menimbulkan kekecewaan.

Mengapa misalnya koperasi tak mampu menjadi sokoguru bagi rakyat. Sebab koperasi ternyata banyak yang juga dijalankan kski tangan oligarki, baik besar atau oligarki di daerah. Sehingga apa yang diperjuangkan N Hatta agar koperasi itu menjadi lembaga perekonomian bagi rakyat tidak tercapai.

Dari hal-hal seperti itulah, sudah saatnya m, rakyat sadar dan merubah. Tugas partai politik harusnya menjadi agen dalam merubah semua kehidupan. Namun ternyata partai banyak yang menjadi naungan oligarki yang pada akhirnya penguasa yang didapat adalah penguasa yang mengabdi pada oligarki tersebut.

Mengapa tidak dibentuk koperasi syariah misalnya yang bisa memutus mata rantai tengkulak. Rakyat harus paham kondisi ini, dan itulah yang saya perjuangkan bersama kawan-kawan. Memutus segala mata rantai oligarki. Perjuangan itu memang berat dan dibutuhkan keberanian untuk mewujudkannya. Struktur nilai yang menjadi pijakan dalam kehidupan bersama harus ada. Struktur nilai yang menjadi konsensus bersama demi keadilan. Bila tidak pengkhianatan pada bangsa ini akan terus terjadi.




Editor : Linoviota
Kategori : Opini
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top