Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Bulog Riau Kepri
4.800 Ton beras Asal Myanmar Masuk Melalui Pelabuhan Dumai
Selasa 03 Januari 2023, 15:18 WIB

DUMAI - Sebanyak 4.800 ton beras impor asal Myanmar masuk melalui Pelabuhan Dumai pada Senin (2/1/2023). Beras tersebut diangkut dari Myanmar menggunakan Kapal Haiphong Glory.

Kepala Badan urusan logistik (Perum Bulog) Riau- Kepri, Basirun didampingi Pemimpin Cabang Bulog Dumai Faisal, ‎mengungkapkan, impor beras ini sebagai pelaksana kebijakan.

Menurutnya, kebijakan membuka kembali keran impor beras ini karena semakin menipisnya beras cadangan pemerintah secara nasional. Sebab belum panen padi di sejumlah daerah di tanah air.

Keran impor lewat pelabuhan Dumai ini, tambah Basirun, terakhir dilakukan pada 2018. Secara nasional Pemerintah RI targetkan impor beras sebanyak 500 ribu ton melalui sejumlah pintu masuk, salah satunya pelabuhan Dumai.

"Melalui Pelabuhan Dumai rencana akan dilakukan dua tahap pengiriman, tahap pertama Senin (2/1/2022) sebanyak 4.800 ton beras dari Myanmar. Tahap kedua nanti diperkirakan pada pekan depan sebanyak 5 ribu ton beras asal Thailand," ungkapnya.

Basirun menerangkan, memasuki awal 2023, stok beras atau cadangan beras pemerintah Bulog Riau Kepri juga mengalami kondisi menipis. Hanya sekitar 6 ribuan ton pada akhir 2022.

Diakuinya, stok terbatas ini dikhawatirkan bisa menganggu cadangan, stabilisasi harga, dan dukungan ketika ada situasi bencana alam.

Dengan adanya impor beras, tentunya akan memperkuat stok untuk ketahanan pangan, dan bisa mencukupi kebutuhan beras hingga enam bulan ke depan.

"Beras dibongkar selanjutnya disimpan di gudang dan disalurkan ke beberapa daerah di Riau Kepri. Cadangan kita akan semakin aman guna kebutuhan melakukan operasi pasar. Untuk bencana alam dan memenuhi permintaan pemerintah daerah," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, untuk kapasitas gudang Bulog Dumai, sekitar 15 ribu ton. Untuk gudang Dumai, sisa beras yang ada itu sekitar 300 ton.

Basirun mengaku, bahwa kualitas beras impor ini merupakan kualitas premium. Sangat layak untuk dikonsumsi masyarakat, dengan tingkat kerusakan atau broken biji beras di bawah 5 persen.

"Jadi kualitas premium ini sangat layak kosumsi, impor beras ini juga bertujuan untuk mengendalikan harga pasar. Ddisaat harga beras mengalami kenaikan ‎dan beras impor dari Myanmar dan Thailad ini juga untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dikelola Perum Bulog Wilayah Riau Kepri," pungkasnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Dumai
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top