Rabu, 3 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Panglima TNI Baru
Tantangan Panglima TNI Baru:Mewujudkan Poros Maritim Dunia dan Geopolitik Yang Berubah Cepat
Kamis 15 Desember 2022, 20:51 WIB
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang diharapkan mampu wujudkan poros maritim dunia ( Foto Wikipedia )

Tantangan Panglima TNI Baru :Mewujudkan Poros Maritim Dunia dan Geopolitik yang Berubah Cepat

Setelah diterimanya Surat Presiden ( Surpres ) oleh Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) pada akhir November lalu, DPR pada Jumat, 2 Desember 2022 melakukan fit and proper test kepada calon Panglima TNI baru, yakni Laksamana Yudo Margono. Hasil fit and proper test tersebut menyetujui Laksamana lulusan Akademi Angkatan Laut 1988 ini menjadi panglima TNI. Yudo menggantikan Jendral Andika Perkasa yang purna tugas pada 21 Desember mendatang.

Ini merupakan kali pertama angkatan laut memegang tampuk tertinggi TNI semenjak presiden Joko Widodo menjadi presiden dan panglima tertinggi TNI sejak 2014. Ketika awal dilantik tahun 2014 tersebut, presiden membuat visi bahwa Indonesia akan menjadi poros maritim dunia. Karena itu wilayah laut Indonesia menjadi tempat yang perlu dijaga dan diberi porsi Sama sebagaimana daratan. 

Namun harus digaris bawahi bahwa kekuatan militer tidak bisa berjalan sendiri baik oleh Matra laut, darat dan udara. Soliditas ketiga Matra tetap harus melekat dalam institusi TNI sebagai penjaga kedaulatan bangsa Indonesia.

Sejumlah tantangan berat telah menanti Laksamana Yudo Margono. Bagaimana wilayah lautan dan pulau terluar harus mendapatkan proteksi agar sabotase, pencurian kekayaan laut dan masuknya militer asing bisa ditangkal dengan baik.

Dalam fit and proper test di depan komisi 1 DPR, Yudi memaparkan bahwa kinerja dan soliditas TNI di tiga Matra ditingkatkan dalam perisai pertahanan negara. Untuk perisai keamanan TNI akan semakin padu menjalin soliditas dengan Polri dan dengan kementrian lembaga meningkatkan kerjasama dalem perisai tugas- tugas tertentu.

Tantangan global bagi TNI dewasa ini adalah semakin tingginya intensitas kepentingan negara-negara dalam memproteksi dan mengembangkan kerja sama militer mereka. Saat ini selain NATO, beberapa negara juga menjalin aliansi pertahanan seperti Australia, United Kingdom ( Inggris ) dan United States ( US ) dalam AUKUS. Dengan adanya Australia sebagai negara tetangga Indonesia, AUKUS tentu akan melewati laut cina selatan.

Disamping AUKUS, saat ini China melakukan klaim sepihak terhadap nine dast line ( sembilan garis putus-putus ) di laut cina selatan yang dekat dengan perairan Indonesia di laut Natuna Utara. Belum lagi ancaman perang antara China dan Taiwan serta masih berkecamuknya perang Russia Ukraina.

Permasalahan tersebut tentu harus diwaspadai tentara Indonesia. Sebab bila terjadi konflik laut China Selatan maka wilayah perairan Indonesia di daerah tersebut bisa terkena imbas.

Karena itu, panglima TNI baru harus meningkatkan kerjasama pertahanan dengan semua negara. Baik itu latihan bersama dan pertukaran siswa. Belum lagi peningkatan alat utama sistem persenjataan ( alutsista ). Dengan pertama sekali pengembangan alutsista dalam negeri. Bila harus membeli maka transfer teknologi harus menjadi syarat utama.

Dari kondisi diatas, maka Yudo Margono harus membuat Road Map pertahanan untuk menjawab tantangan dimasa mendatang. Bila perlu sampai tahun 2045 dimana Indonesia akan memasuki tahun emas kemerdekaan.

Tentunya sebuah tantangan luar biasa. Sekarang saja Minimum Essential Force ( kebutuhan minimum pertahanan ) masih sekitar 60% dari kebutuhan reel. Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas dan kerja sama militer yang betul-betul menguntungkan bagi Indonesia.

Bila road map pertahanan ini benar-benar berjalan baik maka lembat laun visi Indonesia menjadi poros maritim dunia bisa terwujud. Tentu saja harus ada tahapan yang masuk akal. Dimulai dari brown water navy, dimana TNI di tiga Matra mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia dalam arti sesungguhnya. Lalu melangkah ke green water navy, Indonesia akan bermain dikawasan untuk menjaga dan memastikan kawasan regional aman dan blue water navy dimana TNI akan bermain di dua samudra. Menjadi salah satu tentara yang solid dan disegani negara maju seperti Amerika, Russia, China dan India.

( Linoviota. Wartawan Situsnews.com )

 




Editor : Linoviota
Kategori : Opini
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top