Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Erdogan Minta Rusia-Ukraina Duduk Semeja usai Rudal Hantam Polandia
Rabu 16 November 2022, 14:10 WIB

Jakarta -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, ingin mempertemukan Rusia dan Ukraina usai rudal menghantam Polandia dan menewaskan dua orang pada Selasa (15/11).

"Kami ingin mempertemukan Rusia dan Ukraina di meja yang sama," kata Erdogan di sela KTT G20 di Bali, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/11).

Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menegaskan bahwa ia menghormati pernyataan bantahan Rusia usai rudal menghantam Polandia.

"Saya menghormati deklarasi yang dibuat Rusia soal serangan rudal di Polandia. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan," kata Erdogan di hari kedua KTT G20 di Bali, Rabu (16/11), seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa serangan itu tak dilakukan Rusia.

"Saya pikir, ini tak ada hubungannya dengan Rusia," kata Erdogan.

Dunia memang sedang gempar karena dua orang tewas akibat rudal menghantam daerah Polandia yang berbatasan langsung dengan Ukraina pada Senin.

Polandia mengklaim bahwa rudal itu buatan Rusia. Namun, para pemimpin Polandia menegaskan bahwa mereka belum mengantongi bukti pasti mengenai pihak mana yang menembakkan rudal tersebut.

Rusia sendiri menegaskan bahwa mereka tak menembakkan rudal ke negara yang merupakan anggota NATO tersebut.

Selama ini, Rusia memang menghindari konfrontasi langsung dengan negara anggota NATO.

NATO memegang prinsip bahwa gempuran terhadap salah satu anggota mereka merupakan serangan kepada blok itu secara keseluruhan.

Dengan demikian, NATO dapat menyerang pihak yang melakukan gempuran. Jika NATO merespons dengan menyerang Rusia, maka perang akan kian luas dan dikhawatirkan dapat memicu perang dunia.

Tak lama setelah kabar ini tersebar, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa peluncuran rudal itu belum tentu dari Rusia.

Menurut salah satu pejabat AS, berdasarkan temuan awal, rudal itu ditembakkan pasukan Ukraina untuk menghalau serangan rudal Rusia.(cnn)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top