Kamis, 22 Oktober 2026

Breaking News

  • Jangan Iri dengan Rezeki Orang Lain, Setiap Hamba Punya Takdirnya   ●   
  • Razia Sarang Narkoba Panger, Polda Riau Hancurkan Gubuk Transaksi Sabu   ●   
  • Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
Erdogan Minta Rusia-Ukraina Duduk Semeja usai Rudal Hantam Polandia
Rabu 16 November 2022, 14:10 WIB

Jakarta -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, ingin mempertemukan Rusia dan Ukraina usai rudal menghantam Polandia dan menewaskan dua orang pada Selasa (15/11).

"Kami ingin mempertemukan Rusia dan Ukraina di meja yang sama," kata Erdogan di sela KTT G20 di Bali, seperti dikutip Reuters, Rabu (16/11).

Dalam kesempatan itu, Erdogan juga menegaskan bahwa ia menghormati pernyataan bantahan Rusia usai rudal menghantam Polandia.

"Saya menghormati deklarasi yang dibuat Rusia soal serangan rudal di Polandia. Penyelidikan lebih lanjut diperlukan," kata Erdogan di hari kedua KTT G20 di Bali, Rabu (16/11), seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, ia menduga bahwa serangan itu tak dilakukan Rusia.

"Saya pikir, ini tak ada hubungannya dengan Rusia," kata Erdogan.

Dunia memang sedang gempar karena dua orang tewas akibat rudal menghantam daerah Polandia yang berbatasan langsung dengan Ukraina pada Senin.

Polandia mengklaim bahwa rudal itu buatan Rusia. Namun, para pemimpin Polandia menegaskan bahwa mereka belum mengantongi bukti pasti mengenai pihak mana yang menembakkan rudal tersebut.

Rusia sendiri menegaskan bahwa mereka tak menembakkan rudal ke negara yang merupakan anggota NATO tersebut.

Selama ini, Rusia memang menghindari konfrontasi langsung dengan negara anggota NATO.

NATO memegang prinsip bahwa gempuran terhadap salah satu anggota mereka merupakan serangan kepada blok itu secara keseluruhan.

Dengan demikian, NATO dapat menyerang pihak yang melakukan gempuran. Jika NATO merespons dengan menyerang Rusia, maka perang akan kian luas dan dikhawatirkan dapat memicu perang dunia.

Tak lama setelah kabar ini tersebar, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa peluncuran rudal itu belum tentu dari Rusia.

Menurut salah satu pejabat AS, berdasarkan temuan awal, rudal itu ditembakkan pasukan Ukraina untuk menghalau serangan rudal Rusia.(cnn)




Editor : Tim
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top