Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Berikut Arahan Satgas PMK Pusat saat Evaluasi Penanganan dan Pencegahan di Kabupaten Kampar
Rabu 19 Oktober 2022, 10:41 WIB

KAMPAR - Masih mewabahnya penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Riau, khususnya Kabupaten Kampar menjadi perhatian pemerintah pusat dalam hal ini Tim Satgas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk melihat sejauh mana penanganan dan pencegahan PMK di Riau khususnya Kabupaten Kampar.

Tim Satgas PMK  yang dipimpin oleh Tenaga Ahli BNPB Kol Inf. Firdaus Agustiana berama Tim Satgas PMK Pusat melakukan peninjauan ke beberapa lokasi diantaranya ke Kantor Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Check Point di XIII Koto Kampar dan Kelompok Ternak di Desa Suka Mulya Kecamatan Bangkinang, Selasa, (18/10/2022).

Selain itu ikut berkunjung ke Kampar Anggota Tim Satgas PMK Pusat diantaranya Tim Pakar Satgas PMK Yohanes Berlian, Badan Karantina Pertanian (Berantan) DR.drh.Risma, IPS, M.Si., Tim Satgas PMK Pusat Panji Satrio Widagdo dan Helen Romauli serta drh. Revalita Satgas Provinsi Riau dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Sub Kor KSKH.

Tenaga Ahli PMK Pusat  Kol. Inf. Firdaus menyampaikan  Kampar terpantau masih berada pada zona Merah, vaksinasi hewan tidak lengkap karena banyak terdapat hewan liar, ada lima Cek point tapi masih bisa lewat.

"Sebagaimana Satgas lainnya, Satgas PMK dapat bekerja sebagai Satgas bukan Dinas. Harapan kita maka seluruh Satgas PMK dapat melakukan tugas sesuai tupoksi yang telah di tetapkan, lakukan koordinasi dan komunikasi antar Satga," pinta Firdaus lagi.

kemudian saat ini, SK telah jelas maka laksanakanlah sesuai dengan tugas dan wewenang dengan maksimal, walau hasilnya tidak akan sempurna tapi kita sudah lakukan dengan maksimal.

Ada Lima strategi nasional dalam penanganan PMK ini yakni vaksinasi, testing, biosecurity, pengobatan, potong bersyarat,  tambahnya lagi.

"Setelah kita lakukan komunikasi ternyata dikampar ternyata penyakit yang berjangkit Septicaemia Epizootica (SE) atau Ngorok  menjadi salah satu penyakit yang mengakibatkan kerugian ekonomi biasanya penyakit ini menyerang hewan ternak sapi dan Kerbau yang sifatnya akut bahkan sampai fatal. Penyakit ini sering terjadi terutama saat musim hujan tiba" Kata Firdaus.

"Kegiatan pagi ini semoga ada manfaatnya bagi kita semua, Terkahir lakukan koordinasi yang intensif dengan seluruh tim Satgas," Pintanya lagi.

Sementara itu Sekretaris Satgas PMK Kampar Agustar yang juga Kalaksa BPBD Kampar dalam sambutan menyampaikan bahwa setelah mengetahui adanya gejala mewabah Satgas PMK Kampar langsung melakukan penyekatan dan mendirikan pos Check Point di lima lokasi jalur masuk ke Kampar.

"Kita telah membentuk Posko, Kampar merupakan daerah lintasan yang berbatasan dengan beberapa Provinsi, sehingga ini menyebabkan masuknya virus PMK di Kampar, sehingga ada beberapa kecamatan zona penyebaran yakni Tapung Hulu, XIII Koto Kampar, Salo dan Tambang," Kata Agustar.

Kemudian, Tidak hanya PMK tapi yang banyak menyebabkan ternak masyarakat adalah SE atau Ngorok yang merugikan masyrakat peternak. Pengobatan dan pencegahan telah dilakukan mulai dari pendirian Check Point dengan menghalangi hewan yang terdampak masuk ke Kampar, melakukan Vaksinasi dan memutus mata rantai penyebaran dengan mengisolasi ternak " tambahnya lagi.

Sementara itu Adinda Laily Mardiyansyah  dari tim Satgas Pusat dari Kemendagri menyatakan bersama melakukan monev, ini bentuk keseriusan terhadap penanggulangan PMK,  beberapa hal yang Instruksikan yaitu pembentukan Satgas, dengan dasar koordinasi dengan instansi terkait.

"Tim Satgas PMK Pusat yang berkunjung terdiri dari tim pakar Satgas PMK Nasional, tenaga ahli BNPB, Satgas PMK Nasional, Satgas PMK Provinsi dan Satgas PMK Kabupaten /Kota sesuai dengan lokus, kesungguhan dan komitmen kita dalam penanggulangan penyebaran PMK ini " tutup Adinda Laily.

Sementara itu drh.Revalita Tim Satgas PMK Provinsi Riau dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  Sub Kor KSKH menyampaikan agar seluruh hewan ternak dapat di daftarkan ke System Informasi Kesehatan Nasional (Siknas) sehingga apapun penyakit dan penyebab kematian hewan dapat kita lakukan  pendataan dan dapat diberikan ganti rugi.(*)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top