Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Akankah Bencana Kabut Asap Riau Terulang? Ini Penjelasan Kepala BPBD
Senin 17 Oktober 2022, 14:37 WIB
Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, tahun 2019 lalu.

PEKANBARU - Provinsi Riau pernah menjadi perhatian nasional akibat bencana kabut asap parah yang terjadi pada tahun 2014. Dua puluh tahun sebelum itu bahkan hingga saat ini, kabut asap masih terus menghantui masyarakat.

Sejak keluarnya pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution sebagai pemenang pemilihan gubernur riau (Pilgubri) tahun 2018, secara umum terjadi penurunan luas lahan dan hutan yang terbakar sehingga kabut asap yang timbul tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, pada tahun 2019 sempat terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang mengepung langit Provinsi Riau. Sekolah diliburkan, berbagai event dibatalkan, hingga bandara terpaksa menutup penerbangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan bahwa dua tahun terakhir atau sejak tahun 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Forkopimda cukup berhasil mencegah terjadinya kabut asap dengan menekan karhutla.

"Karhutla itu dua tahun ini memang cenderung menurun dan alhamdulillah tidak sebabkan kabut asap," kata dia, Senin (17/10/2022).

Edy menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan mitigasi (pencegahan) bencana melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana terutama memasuki tiga bulan terakhir tahun 2022 ini.

"Kegiatan patroli akan terus dilakukan oleh tim-tim di daerah. Kegiatan sosialisasi juga bisa disisipkan di tengah kegiatan seperti itu. Yang jelas, kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Meski begitu, Edy mengakui belum bisa memprediksi bagaimana kondisi Provinsi Riau pada tahun 2023 mendatang. Sebab terbakarnya lahan, meski sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, juga bisa terjadi karena musim kemarau.

"Tahun depan kita belum tahu karena tergantung kondisi cuaca," sebutnya.

Edy mengatakan bahwa tidak hanya BPBD Provinsi Riau yang akan melakukan mitigasi bencana karhutla, namun juga melibatkan TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya.

"Upaya pencegahan memang harus terus dilakukan sekaligus menjadi sinyal untuk mendeteksi dini potensi-potensi terjadinya karhutla," tutupnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top