Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Akankah Bencana Kabut Asap Riau Terulang? Ini Penjelasan Kepala BPBD
Senin 17 Oktober 2022, 14:37 WIB
Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, tahun 2019 lalu.

PEKANBARU - Provinsi Riau pernah menjadi perhatian nasional akibat bencana kabut asap parah yang terjadi pada tahun 2014. Dua puluh tahun sebelum itu bahkan hingga saat ini, kabut asap masih terus menghantui masyarakat.

Sejak keluarnya pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution sebagai pemenang pemilihan gubernur riau (Pilgubri) tahun 2018, secara umum terjadi penurunan luas lahan dan hutan yang terbakar sehingga kabut asap yang timbul tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, pada tahun 2019 sempat terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang mengepung langit Provinsi Riau. Sekolah diliburkan, berbagai event dibatalkan, hingga bandara terpaksa menutup penerbangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan bahwa dua tahun terakhir atau sejak tahun 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Forkopimda cukup berhasil mencegah terjadinya kabut asap dengan menekan karhutla.

"Karhutla itu dua tahun ini memang cenderung menurun dan alhamdulillah tidak sebabkan kabut asap," kata dia, Senin (17/10/2022).

Edy menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan mitigasi (pencegahan) bencana melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana terutama memasuki tiga bulan terakhir tahun 2022 ini.

"Kegiatan patroli akan terus dilakukan oleh tim-tim di daerah. Kegiatan sosialisasi juga bisa disisipkan di tengah kegiatan seperti itu. Yang jelas, kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Meski begitu, Edy mengakui belum bisa memprediksi bagaimana kondisi Provinsi Riau pada tahun 2023 mendatang. Sebab terbakarnya lahan, meski sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, juga bisa terjadi karena musim kemarau.

"Tahun depan kita belum tahu karena tergantung kondisi cuaca," sebutnya.

Edy mengatakan bahwa tidak hanya BPBD Provinsi Riau yang akan melakukan mitigasi bencana karhutla, namun juga melibatkan TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya.

"Upaya pencegahan memang harus terus dilakukan sekaligus menjadi sinyal untuk mendeteksi dini potensi-potensi terjadinya karhutla," tutupnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top