Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
DBD di Pekanbaru Tembus 654 Kasus, Marpoyan Damai Paling Banyak
Selasa 20 September 2022, 06:51 WIB

PEKANBARU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Pekanbaru terus meningkat. Berdasarkan data dari Diskes Pekanbaru, ada 654 kasus DBD sejak Januari 2022 hingga pertengahan September 2022 ini.

Kepala Diskes Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy mengatakan, kasus DBD mengalami peningkatan karena terjadi peralihan antara musim panas dengan musim penghujan.

"Musim peralihan ini biasanya populasi nyamuk pun bertambah, sehingga membuat kasus mengalami peningkatan," ujar Zaini, Senin (19/9/2022).

Berdasarkan data dari Diskes Kota Pekanbaru, kasus DBD tertinggi di Kecamatan Marpoyan Damai, ada 101 kasus DBD di kecamatan tersebut.

Kemudian di Kecamatan Tuah Madani sebanyak 83 kasus, Payung Sekaki 78 kasus, Tenayan Raya 72 kasus, Rumbai 69 kasus, Bina Widya 48 kasus, Bukit Raya 43 kasus, Sukajadi 33 kasus dan Senapelan 30 kasus.

Selanjutnya di Kecamatan Limapuluh sebanyak 31 kasus, Rumbai Timur 27 kasus, Pekanbaru Kota 11 kasus, Rumbai Barat 7 kasus, dan Kulim 6 kasus.

Zaini menyebut, kasus DBD banyak terjadi di wilayah yang lingkungannya kurang terjaga kebersihannya. Satu cara mencegahnya dengan rutin melakukan gotong royong di lingkungan tersebut.

"Masyarakat bisa menyingkirkan sampah yang bisa menjadi sarang nyamuk. Ada di antaranya botol bekas, ban bekas hingga tempat makan atau minuman ternak," sebutnya.

Zaini menilai, dengan rutin membersihkan lingkungan tentu bisa mengurangi dampak DBD di wilayahnya. Ia menyebut 70 persen penyebab kasus DBD meningkat karena faktor lingkungan.

"Kalau kebersihan lingkungan terabaikan, tentu nyamuk bakal bersarang di sana. Ditambah banyak sampah dan penampungan air," tutupnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Pekanbaru
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top