Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Warga Riau Berharap Pemprov Bangun Instalasi Kedokteran Nuklir di RSUD AA
Jumat, 08-07-2022 - 15:05:49 WIB
ilustrasi
TERKAIT:
   
 

PEKANBARU - Mengingat manfaat dan efektivitasnya di dunia kesehatan, keilmuan kedokteran nuklir semakin banyak dimanfaatkan terutama dalam mendiagnosa dan pengobatan beberapa penyakit, seperti kanker, jantung, gangguan ginjal, gangguan tulang sendi dan lain sebagainya. Sejumlah warga Riau juga sudah memanfaatkan teknologi ini dalam mengobati sejumlah penyakit yang dideritanya. Karena itu warga berharap agar Pemerintah Provinsi Riau segera membangun fasilitas Kedokteran Nuklir di Rumah Sakit Umum Daerah  Arifin Ahmad (RSUD AA) Pekanbaru, sehingga tak perlu lagi berobat ke Jakarta atau Bandung.

Mira Ari Yanti (37), Warga Bangkinang Kabupaten Kampar kepada media ini mengungkapkan, dia sudah dan sedang menjalani pengobatan Kedokteran Nuklir di RSHS Bandung. Setelah pengobatan tahun 2021 lalu dia masih harus melakukan kontrol di tahun 2022 ini. Diungkapkan untuk kontrol pada periode tertentu dia harus mengeluarkan biaya yang banyak untuk transportasi dan akomodasi selama di Kota Bandung.

"Kita berharap agar Pemprov Riau segera membangun instalasi kedokteran Nuklir di RSUD AA Pekanbaru. Jika di Ibukota Provinsi Riau ada fasilitas Kedokteran Nuklir tentu kita akan lebih mudah dalam menjalani pengobatan. Harapan ini tentunya juga menjadi permohonan puluhan pasien asal Riau yang menjalani pengobatan Kedokteran Nuklir," katanya.

Harapan yang sama juga disampaikan Abdul Wadud (57) Warga Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu, pasien lainnya yang sudah memanfaatkan pengobatan Kedokteran Nuklir di RSHS Bandung. Dia mengungkapkan pengobatan dengan Kedokteran Nuklir terasa banyak manfaatnya, karena itu Pemprov Riau harus segara membangun Instalasi Kedokteran Nulir di RSUD AA.

"Saya mendengar perencanaan pembangunan Instalasi Kedokteran Nuklir sudah dilakukan sejak lama tetapi sampai saat ini belum tampak progresnya. Saya berharap agar Pemprov Riau di bawah kepemimpinan Gubri Drs.H. Syamsuar, M.Si segera merealisasikannya. Ini saya pastikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Riau, sehingga tak perli jauh-jauh berobat ke Pulau Jawa," katanya.

Abdul Wadud menceritakan, dia menjalani pengobatan Kedokteran Nuklir di Bandung akhir 2021 lalu dan harus kontrol lagi sekali enam bulan. Diceritakan pengobatan warga Riau di RSHS Bandung difasilitasi dokter asal Pekanbaru yakni Dokter Muhammad Aulia Prima yang merupakan salah satu calon Dokter Spesialis Kedokteran Nuklir yang sedang menimba Ilmu di Kota Bandung yang Insya Allah awal tahun 2023 telah kembali ke Pekanbaru, Riau

Dr. Muhammad Aulia Prima, saat dihubungi media ini mengungkapkan, warga Riau semakin banyak memanfaatkan Kedokteran Nuklir untuk mendiagnosis serta menyembuhkan penyakit yang dideritanya terutama kanker tiroid. Dikatakan selama ini warga Riau melakukan pengobatan Kedokteran Nuklir di Jakarta, Bandung atau Kota lainnya di Pulau Jawab. "Kita membantu memfasilitasi warga Riau yang melaksanakan Pengobatan Kanker Tiroid di Kedokteran Nuklir di RSHS Bandung karena harus diberikan jadwal dan persiapan-persiapannya (karena jadwal tunggu utk terapi kanker tiroid bisa mencapai 6 bulan), dan ternyata pasien di Riau banyak sekali yang bisa di rujuk ke Kedokteran Nuklir Bandung tetapi pemilihan pasien yg dikatakan "mampu" yg dapat datang ke Bandung, Bagaimana dengan sisanya? Walaupun semua tindakan di Kedokteran Nuklir itu ditanggung oleh BPJS Kesehatan, namun pasti ada biaya akomodasi, transportasi, serta konsumsi jg selama di bandung yang ditanggung sendiri, namun jika fasilitas yang sama dibangun di Riau terutama RSUD AA Pekanbaru tentunya akan memudahkan warga, apalagi membangun instalasi itu biayanya juga tak terlalu besar(mulai dari bangunan hingga alat2 yg dibutuhkan)," katanya.

Dokter asal Kota Pekanbaru ini memaparkan, Kedokteran Nuklir merupakan suatu spesialis kedokteran yang menggunakan energi radiasi terbuka dari inti nuklir untuk menilai fungsi suatu organ, mendiagnosis, follow up terapi, hingga mengobati beberapa penyakit.
 
Pada prosedur diagnostik di Kedokteran Nuklir, sinar gamma digunakan karena memiliki jarak penetrasi ruang panjang, sehingga dapat menembus jaringan tubuh manusia yang akan direkam distribusinya di dalam tubuh dengan menggunakan kamera yang disebut kamera gamma. Alat kamera gamma tidak menghasilkan radiasi, tetapi yang memancarkan radiasi adalah pasien itu sendiri yang berasal dari obat yang diberikan. Obat radioaktif yang digunakan adalah dengan dosis radioaktivitas yang sangat rendah untuk mendapatkan tingkat akurasi yang tinggi atau yang disebut ALARA (As Low As Achievable)
 
"Pemeriksaan kedokteran nuklir banyak membantu dalam menunjang diagnosis berbagai penyakit. Seperti pada penyakit jantung dapat dilakukan pemeriksaan Sidik Perfusi Miokard (SPM) untuk mengetahui gangguan aliran darah otot jantung yang membantu dalam penegakkan penyakit jantung koroner dan infark miokard. Juga pemeriksaan Multigated Heart Blood Pool Scan (MUGA) guna menilai fraksi ejeksi ventrikel kiri jantung. Sidik Kelenjar Gondok (SKG) dan Uji Uptake Tiroid untuk mengetahui fungsi dan kelainan / patologis kelenjar gondok/tiroid. Mengevaluasi fungsi ekskresi (filtrasi), reabsorbsi serta eksresi ginjal menggunakan Pemeriksaan Laju Filtrasi Glomerulus (GFR) dan Pemeriksaan Renografi. Ada pula Pemeriksaan Sidik Tulang (Bone Scan) yang dapat memperlihatkan metastase (penyebaran) kanker pada tulang serta dapat mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada tulang-tulang di tubuh, dan masih banyak lagi yang dapat diperoleh dari diagnosis dengan penerapan teknologi kedokteran nuklir yang pada saat ini berkembang pesat. Kurang lebih terdapat 35 jenis pelayanan diagnostik rawat jalan," katanya.
 
Sedangkan untuk pelayanan terapi Kedokteran Nuklir dapat membantu pasien karsinoma tiroid pasca operasi pengangkatan kelenjar gondok/tiroid dengan mengablasi/menghancurkan sisa-sisa kanker dan mencegah kekambuhan kembali dengan tingkat keberhasilan mencapai 90 persen. Pasien hipertiroid dan Grave’s Disease juga dapat diterapi menggunakan Iodium-131. Serta Terapi Paliatif untuk nyeri tulang akibat metastasis tulang menggunakan Samarium-153 sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
 
Dr. Muhammad Aulia Prima menambahkan, dalam praktiknya pada pengobatan kanker, keilmuan Kedokteran Nuklir berperan untuk mencari dan memetakan lokasi keberadaan sel kanker dan penyebarannya. Sementara penanda dari zat nuklir berperan sebagai penghantar zat obat untuk membunuh sel-sel kanker pada area target yang spesifik.

"Beberapa prosedur yang akan dilalui,  yang pertama kali, dilakukan sebelum menjalani terapi ialah pasien menjalani pencitraan tubuh untuk mendeteksi keberadaan atau lokasi sel kanker, yang kedua kemudian dokter akan mempersiapkan jenis dan dosis obat radiofarmaka (obat yang mengandung senyawa radioaktif) yang tentunya disesuaikan dengan kondisi pasien. Nah setelah pasien dinyatakan siap, obat tersebut kemudian bisa dimasukkan ke dalam tubuh pasien. Dalam beberapa menit obat ini bereaksi menuju sel kanker yang telah dideteksi sebelumnya. Terapi ini berlangsung dalam beberapa menit dan tidak menyakitkan sama sekali," paparnya.

Selama diterapi, pasien akan di tempatkan di suatu ruangan khusus dan menjalani rawat inap di rumah sakit sehingga tidak membahayakan orang lain hingga paparan radiasi yang berada di bawah batas wajar. Selama di ruang rawat inap pasien juga diharuskan memakai masker atau pelengkap pelindung lainnya yang bisa menghalangi radiasi mempengaruhi bagian tubuh yang lainnya. Namun, bahan radiasi tersebut sebenarnya akan secara alami dikeluarkan melalui keringat, urine, maupun feses. Itulah sebabnya pasien disarankan memperbanyak asupan cairan serta makanan selama menjalani pemeriksaan kedokteran nuklir

Di lain sisi, pada pasien kanker tiroid radiofarmaka yg diberikan kepada pasien dapat ditargetkan khusus hanya menyasar area yang lebih spesifik. Jadi, dosis obat yang digunakan dapat langsung menghancurkan sel kanker, tanpa harus merusak jaringan yang sehat dan normal disekitarnya. Terapi ini cukup efektif untuk mengatasi sel tumor ganas(terutama tiroid dan prostat) dan penyebaran sel kanker dimanapun sel tersebut berada," pungkasnya. (sp)




 
Berita Lainnya :
  • Persiapan Pengamanan G20 di Bali, Kakorlantas Imbau Hal Ini ke Masyarakat
  • Kemenkumham Riau Siap Fasilitasi Tuntutan Pengungsi Afganistan
  • 17 Orang di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Sepanjang September
  • Polda Riau Ungkap Sindikat Pengoplosan Elpiji
  • Mendag Zulkifli Tinjau Pasar Cik Puan Pekanbaru, Harga Bahan Pokok Stabil
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Persiapan Pengamanan G20 di Bali, Kakorlantas Imbau Hal Ini ke Masyarakat
    02 Kemenkumham Riau Siap Fasilitasi Tuntutan Pengungsi Afganistan
    03 17 Orang di Riau Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Sepanjang September
    04 Polda Riau Ungkap Sindikat Pengoplosan Elpiji
    05 Mendag Zulkifli Tinjau Pasar Cik Puan Pekanbaru, Harga Bahan Pokok Stabil
    06 APBD Perubahan Pekanbaru Tahun 2022 Tidak Ada Tambahan Anggaran
    07 Wagubri Hadiri Peringatan 1 Abad dan Tasyakuran Warga Baru Persaudaraan SH Terate di Kuansing
    08 Stok Vaksin Meningitis di Riau Habis
    09 Tinju Amatir Di Kota Tua Jakarta
    10 Polda Riau Gerak Cepat Usut Kasus Dugaan Pengeroyokan Oknum Polwan dan Ibunya
    11 Perusahaan MCS Tak Sanggup Ganti Perbaikan Jembatan Pedamaran II Sebesar Rp30 M
    12 Training Center Kafilah MTQ Riau Resmi Dibuka, Ini Pesan Pemprov Riau
    13 Baznas Riau Apresiasi Unilak Kumpulkan Zakat melalui Sistem Payroll
    14 Tiket Masih Tinggi Vaksin Meningitis Langka, Keberangkatan Jamaah Umrah Riau Terhambat
    15 Gubernur BEM FISIP Unri Diduga Lakukan Kekerasan Seksual, Mahasiswa Meradang
    16 Ada 1.300 Kasus, Sekda Kampar Minta Komitmen Penanganan Stunting, Bukan Hanya Seremonial
    17 Turun Lagi, Harga Cabai Merah di Pekanbaru Hari ini Rp60 ribu Per Kg
    18 Ratu Denmark Kembali Terinfeksi Corona Usai Hadiri Pemakaman Elizabeth
    19 Capaian Vaksinasi I di Riau 88,18%
    20 PHR Buru Cadangan Migas Baru di Rohul
    21 Pembatasan Kuota, 1 Mobil Hanya Boleh Beli 40 Liter Solar di Riau
    22 Inilah Info Terbaru Seleksi 7.688 PPPK di Lingkungan Pemprov Riau
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat