Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Partai Ummat Usulkan Indonesia Jadi Penengah Konflik Rusia-Ukraina
Senin 28 Februari 2022, 21:08 WIB

Situsnews – Jakarta

Partai Ummat menyarankan pemerintah Indonesia untuk menawarkan diri menjadi penengah konflik antara Rusia dan Ukraina yang sangat potensial bisa berdampak pada instabilitas politik dan ekonomi global.

“Sebagai negara yang pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Indonesia punya kans yang sangat besar menjadi penengah konflik. Indonesia sudah lama dikenal sebagai penggerak Gerakan Non Blok dan insya Allah akan dipercayai oleh kedua belah pihak yang sedang berkonflik,” kata Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, Senin (28/2).

Di tengah konflik yang sudah memasuki ibukota Ukraina, Kyiv, wacana negosiasi antara kedua negara menyeruak untuk mengakhiri kontak senjata yang sudah menelan ratusan korban jiwa serta membanjirnya pengungsi ke negara-negara tetangga Ukraina.

Rusia mengusulkan Minsk, ibukota Belarusia, sebagai tempat negosiasi yang ditolak oleh Ukraina karena Belarusia dikenal sebagai negara pro Rusia. Sebaliknya, Ukraina mengusulkan Warsawa (Polandia), Bratislava (Slovakia), Budapest (Hungaria), Istanbul (Turki), atau Baku (Azerbaijan).

Di tengah macetnya saluran dialog antara kedua negara, dan belum ada titik temu di mana mereka bisa duduk satu meja, Israel menawarkan diri sebagai tempat negosiasi. Namun Israel juga dikenal sebagai negara yang terlalu dekat dengan AS yang menjadi rival Rusia sejak lama.

Pada detik-detik terakhir Ahad malam (27/2), akhirnya kedua belah pihak sepakat bertemu di sebuah tempat di perbatasan Belarusia-Ukraina. Meskipun begitu, Ridho menjelaskan proses negosiasi tersebut akan memakan waktu yang panjang dan memerlukan mediator yang dipercaya kedua belah pihak, maka kesempatan Indonesia menjadi tuan rumah dan mediator masih terbuka lebar.

“Itu sebabnya Partai Ummat memandang perlu Indonesia proaktif menawarkan diri menjadi penengah. Indonesia sangat ideal dan, sekali lagi, akan dipercayai oleh kedua belah pihak,” Ridho menjelaskan.

Ridho mengatakan Partai Ummat menyadari bahwa politik luar negeri pada hakikatnya adalah sisi luar dari politik dalam negeri. Kalau politik dalam negeri morat-marit dan tidak stabil, maka politik luar negerinya juga tidak punya bobot, tambah Ridho.

“Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia secara populasi. Kita cukup pantas untuk mengusulkan meskipun kita menyadari kondisi dalam negeri sendiri sedang banyak masalah seperti komoditi minyak goreng yang hilang di pasar, masalah Wadas, ekonomi yang tak kunjung membaik, pelanggaran HAM, dan banyak lagi” kata Ridho.

Tidak cuma itu, kata Ridho, Islam juga mengajarkan pemeluknya agar mencintai perdamaian dan menghindari peperangan yang merugikan masyarakat. “Jadi sebagai negara Muslim kita harus memegang teguh ajaran ini,” pungkasnya.

(Humas PU/AS)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top