Kualitas Udara Pekanbaru Pagi Ini Masuk Level Berbahaya, PM2.5 Capai 250,6 µg/m³
Selasa 06 Oktober 2026, 07:31 WIB
Kabut asap menyelimuti kawasan Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi kualitas udara kembali memburuk pada Selasa pagi (6/10/2026), dengan konsentrasi PM2.5 BMKG mencapai 250,6 µg/m³ atau masuk kategori berbahaya.
PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Selasa pagi, 6 Oktober 2026, kembali berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 250,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 05.00 WIB.
Angka tersebut sudah masuk kategori Berbahaya, karena berdasarkan klasifikasi BMKG, konsentrasi PM2.5 di atas 250,5 µg/m³ berada pada level berbahaya.
Sebelumnya, pemantauan Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mencatat PM2.5 sebesar 223,6 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB, yang masih berada pada kategori Sangat Tidak Sehat. Artinya, konsentrasi partikulat kembali meningkat memasuki pagi hari.
Warga Diminta Hindari Aktivitas di Luar Ruangan
BMKG melalui informasi kualitas udara Pekanbaru mengingatkan masyarakat untuk menghindari kegiatan di luar ruangan ketika konsentrasi partikulat berada pada level tinggi.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil, yakni hingga 2,5 mikrometer, sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. BMKG menggunakan konsentrasi PM2.5 sebagai salah satu parameter dalam pemantauan kualitas udara.
Dengan kondisi pagi ini yang telah mencapai level berbahaya, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Pemko Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ
Memburuknya kualitas udara juga telah mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil langkah perlindungan terhadap peserta didik.
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Selasa dan Rabu, 6–7 Oktober 2026, untuk peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP di bawah kewenangan pemerintah kota. Kebijakan tersebut diambil setelah kualitas udara terpantau berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3348/2026. Sekolah dan madrasah di bawah kewenangan Kementerian Agama maupun kementerian/lembaga lainnya juga diimbau menyesuaikan pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan keselamatan peserta didik.
Bagi sekolah yang menghadapi kendala jaringan internet maupun listrik, pembelajaran dapat dilakukan melalui modul atau penugasan berbasis rumah.
21 Puskesmas Tetap Disiagakan
Selain sektor pendidikan, Pemko Pekanbaru juga memperkuat pelayanan kesehatan. Pemerintah kota sebelumnya memastikan 21 Puskesmas tetap disiagakan untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
Pelayanan Puskesmas selama masa tanggap darurat juga diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB, termasuk tetap membuka pelayanan pada Sabtu dan Minggu. Ketersediaan obat-obatan dan masker juga dipastikan mencukupi.
Riau Nihil Hotspot, Asap Diduga Kiriman
Di tengah buruknya kualitas udara Pekanbaru, data BMKG Stasiun Meteorologi SSK II pada 06.25 WIB, 6 Oktober 2026, menunjukkan tidak ada hotspot yang terdeteksi di wilayah Riau pada periode pemantauan hari tersebut. BMKG menegaskan data hotspot bersifat indikasi dan tetap memerlukan verifikasi lapangan.
Sementara itu, BPBD Damkar Riau menyebut wilayah Riau sebelumnya telah nihil karhutla setelah hujan turun cukup merata. Kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Riau diduga berasal dari kebakaran di wilayah provinsi tetangga, khususnya Sumatera Selatan.
Kondisi Pagi Ini
Data BMKG terbaru:
- Parameter Data
- Kota Pekanbaru
- Tanggal Selasa, 6 Oktober 2026
- Waktu pemantauan 05.00 WIB
- PM2.5 250,6 µg/m³
- Kategori BERBAHAYA
- Acuan BMKG >250,5 µg/m³ = Berbahaya
Catatan: angka kualitas udara dapat berubah dari waktu ke waktu mengikuti kondisi atmosfer, angin, hujan dan pergerakan asap. Karena itu, masyarakat sebaiknya terus memantau pembaruan resmi BMKG.
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Pekanbaru |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
