Kasus Lapas Cibinong Memanas: Dirjenpas Mundur, DPR Minta Pengunduran Diri Ditangguhkan
Sabtu 03 Oktober 2026, 14:59 WIB
Ekskavator meratakan bangunan yang disebut sebagai klaster berfasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026).
BOGOR — Kasus fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong memasuki perkembangan baru. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya, setelah polemik fasilitas khusus di Lapas Cibinong menjadi sorotan publik.
Surat pengunduran diri Mashudi disampaikan kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto pada 1 Oktober 2026.
Namun perkembangan terbaru pada Sabtu (3/10), Komisi XIII DPR RI justru meminta agar pengunduran diri Mashudi ditangguhkan. DPR menilai Mashudi masih diperlukan untuk mengawal pembenahan tata kelola pemasyarakatan sampai proses evaluasi selesai.
Sebelumnya, 10 bangunan fasilitas yang disebut sebagai klaster mewah telah dibongkar. Pembongkaran menggunakan alat berat dan sejumlah barang seperti televisi, kasur, kulkas, AC serta peralatan olahraga dikeluarkan dari lokasi.
Kasus tersebut bermula dari inspeksi mendadak Ombudsman pada 23 September yang menemukan fasilitas khusus yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip perlakuan setara bagi warga binaan.
Dalam perkembangan penyelidikan, puluhan warga binaan juga diperiksa. Ferdy Sambo termasuk warga binaan yang diperiksa, meski pemeriksaan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa ia menempati fasilitas mewah tersebut.
Kronologi singkat
- 23 September: Ombudsman melakukan inspeksi dan menemukan fasilitas khusus.
- 30 September: Klaster mewah dibongkar menggunakan alat berat.
- 1 Oktober: Mashudi mengajukan pengunduran diri sebagai Dirjenpas.
- 2 Oktober: pemeriksaan kesehatan terhadap sekitar 500 warga binaan berlangsung di Lapas Cibinong.
- 3 Oktober: DPR meminta pengunduran diri Mashudi ditangguhkan demi memastikan pembenahan tata kelola berjalan.
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Nasional |
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
