Rupiah dan IHSG Tertekan, Investor Hadapi Ketidakpastian Pasar Global
Jumat 25 September 2026, 09:28 WIB
Layar perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG ditutup melemah 1,20 persen pada perdagangan Kamis (24/9/2026), sementara rupiah juga berada di bawah tekanan.
 
JAKARTA — Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan pada perdagangan Kamis (24/9/2026). IHSG ditutup melemah 1,20 persen, sementara rupiah juga berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.
 
Tekanan pasar terjadi ketika investor mencermati perkembangan ekonomi global, pergerakan imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan arah kebijakan bank sentral.
 
Pada penutupan perdagangan Kamis, rupiah dilaporkan berada di sekitar Rp17.916 per dolar AS, sementara IHSG ditutup di level sekitar 6.298.
 
Pelaku pasar juga mencermati dampak kebijakan moneter global terhadap arus modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
 
Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate pada level 5,75 persen. Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
 
Pergerakan rupiah dan IHSG pada perdagangan Jumat menjadi perhatian karena investor akan menilai kembali sentimen pasar setelah tekanan pada perdagangan sebelumnya. (*)

 




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top