Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance WASHINGTON-Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengakui ada kemungkinan serangan yang dilakukan pasukan AS secara tidak sengaja mengenai warga sipil. Pernyataan itu disampaikan oleh Vance, Kamis (3/9), di tengah beredarnya laporan tentang serangan AS terhadap sebuah pesta pernikahan sipil di sebelah selatan Iran.
"AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi. Saat militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan itu agar dapat memperbaiki diri," kata Vance."AS pun sedang menyelidiki insiden tersebut," katanya menambahkan
Pihak berwenang Iran menyatakan sebuah upacara pernikahan di Sirik, Hormozgan, pada Selasa malam (1/9), telah menjadi sasaran serangan AS hingga menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sekitar 70 orang terluka.
Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, mengatakan serangan 'keji' itu menghantam kediaman warga di kota Kuhestak pada Rabu dini hari.
Press TV Iran melaporkan bahwa sedikitnya lima orang tewas."Di antara para korban tewas terdapat seorang anak. Aliran listrik dan sambungan telepon terputus," tulis Hossein Kermanpour, seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Iran, di platform X.
Rekaman yang dirilis oleh Bulan Sabit Merah Iran memperlihatkan sebuah bangunan dengan dinding dan jendela yang hancur, serta puing-puing berserakan di tanah. Kelompok kemanusiaan tersebut juga memublikasikan foto sejumlah anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Reza Shahidiyan, gubernur wilayah Sirik, kemudian mengatakan kepada penyiar negara IRIB bahwa 63 orang terluka, dan 50 di antaranya adalah perempuan dan anak-anak. "Seluruh korban luka dibawa ke rumah sakit di kota terdekat, Minab, dan berada dalam 'kondisi stabil', katanya.
Kantor berita semi-resmi Fars juga memublikasikan kesaksian seorang anak yang selamat dari ledakan tersebut.
Dalam sebuah video, anak itu mengatakan bahwa ia mendengar suara pesawat tempur sebelum tiba di lokasi acara.
"Saat kami tiba di sana, terjadi ledakan. Ledakannya sangat dahsyat. Batu bata, batu, dan semen menghantam wajah serta kepala saya, dan banyak orang lain juga terluka," ujarnya. "Semua orang di sana hanyalah warga sipil biasa."
Pada Selasa malam itu, AS melancarkan serangkaian baru serangan besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Iran.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.
Iran pun membalas dengan menyerang infrastruktur militer AS di beberapa negara di Timur Tengah**
| Editor | : | jr |
| Kategori | : | Internasional |
