Ingin Ginjal Tetap Sehat? Hindari 4 Kebiasaan Ini pada Pagi Hari
Kamis 27 Agustus 2026, 05:42 WIB
ilustrasi Ginjal.

JAKARTA - Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa dan kelebihan cairan, serta membantu menjaga keseimbangan berbagai zat dalam tubuh.

Karena itu, sejumlah kebiasaan sehari-hari perlu diperhatikan agar tidak menambah beban kerja ginjal. Beberapa kebiasaan, terutama yang dilakukan pada pagi hari, disebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus.

Berikut beberapa kebiasaan yang perlu dihindari demi menjaga kesehatan ginjal.

1. Terlalu Lama Menahan Buang Air Kecil

Setelah tidur selama beberapa jam, kandung kemih akan terisi sehingga muncul keinginan untuk buang air kecil. Kebiasaan menunda atau menahan buang air kecil terlalu lama sebaiknya tidak dilakukan.

Menahan urine dalam waktu lama dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan meningkatkan risiko gangguan, termasuk infeksi saluran kemih. Kebiasaan tersebut juga dapat memengaruhi fungsi saluran kemih apabila dilakukan secara berulang.

Ahli urologi asal India, Dr. Venkatsubramaniam, mengingatkan agar seseorang tidak membiasakan diri menahan buang air kecil terlalu lama.

"Jangan pernah menahan buang air kecil terlalu lama di pagi hari, dan jangan lakukan hal tersebut sepanjang hari," katanya, dikutip dari Times of India, Selasa (25/8/2026).

2. Kurang Minum Air Putih

Selama tidur, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama beberapa jam. Karena itu, mencukupi kebutuhan cairan setelah bangun tidur dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.

Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk menjalankan fungsinya dalam membuang zat sisa melalui urine. Kekurangan cairan dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi dan berpotensi memengaruhi kinerja ginjal.

"Awali hari dengan setidaknya segelas air putih daripada memilih kopi atau teh," ujar Dr. Venkatsubramaniam.

Menjaga asupan cairan juga dapat membantu mendukung fungsi tubuh secara umum, termasuk metabolisme dan pencernaan.

3. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri saat Perut Kosong

Penggunaan obat pereda nyeri, seperti golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), perlu dilakukan secara hati-hati dan sesuai aturan penggunaan.

Penggunaan obat tertentu secara berlebihan atau tidak sesuai anjuran dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal dan meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, terutama pada orang dengan faktor risiko tertentu.

"Obat pereda nyeri dapat membahayakan ginjal jika tidak digunakan secara bijak, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong," katanya.

Karena itu, penggunaan obat sebaiknya mengikuti aturan pakai dan, bila diperlukan, berdasarkan anjuran tenaga kesehatan.

4. Melewatkan Sarapan Bergizi

Kesibukan atau upaya mengatur pola makan membuat sebagian orang memilih melewatkan sarapan. Namun, menjaga pola makan yang seimbang tetap penting untuk mendukung kebutuhan energi dan fungsi tubuh.

Menurut Dr. Venkatsubramaniam, melewatkan sarapan juga dapat membuat seseorang lebih mudah memilih camilan yang tinggi kandungan garam atau natrium.

Asupan natrium yang berlebihan perlu diwaspadai karena dapat menambah beban kerja tubuh, termasuk dalam menjaga keseimbangan cairan.

Sarapan dengan menu yang seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi untuk memulai aktivitas sehari-hari.

Menjaga kesehatan ginjal tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan, tetapi juga dengan membangun kebiasaan sehari-hari yang lebih baik. Mencukupi kebutuhan cairan, menjaga pola makan seimbang, tidak menahan buang air kecil, serta menggunakan obat sesuai aturan merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan ginjal. (detik)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top