Ancaman Abrasi Makin Nyata, Kasmarni Tegaskan Mangrove Tak Boleh Dibiarkan Rusak
Sabtu 01 Agustus 2026, 07:54 WIB

BANTAN – Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni menghadiri peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang digelar di Pantai Indah, Dusun Penampar, Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Ahad (26/7/2026).

Peringatan tersebut diisi dengan penanaman bibit mangrove serta penandatanganan komitmen bersama “Lestarikan Mangrove dari Riau untuk Dunia”.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kasmarni menyampaikan apresiasi kepada Manager Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Pemerintah Provinsi Riau, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menggerakkan aksi nyata pelestarian mangrove di Kabupaten Bengkalis.

“Semoga kolaborasi seperti ini dapat terus kita perkuat, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi lahirnya berbagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir, rehabilitasi mangrove, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan kawasan pantai,” ujar Kasmarni.

Menurutnya, upaya tersebut penting agar Kabupaten Bengkalis semakin tangguh menghadapi ancaman abrasi, perubahan iklim, dan berbagai persoalan lingkungan pada masa mendatang.

Mangrove Jadi Benteng Alami Pesisir

Kasmarni menegaskan, peringatan Hari Mangrove Sedunia bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat mengenai pentingnya keberadaan hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pantai dari abrasi, gelombang pasang, dan intrusi air laut. Selain itu, ekosistem mangrove menjadi habitat berbagai jenis biota laut, penyerap emisi karbon, sekaligus menopang perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan, ekowisata, dan berbagai kegiatan produktif lainnya.

“Sebagian besar wilayah Kabupaten Bengkalis merupakan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Keberadaan mangrove merupakan aset ekologis yang tidak ternilai. Karena itu, menjaga mangrove sejatinya adalah menjaga masa depan daerah dan generasi penerus kita,” tegasnya.

Kasmarni menyebut pemilihan Desa Deluk sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis. Kawasan tersebut berada di garis depan Selat Malaka dan menghadapi ancaman abrasi yang cukup serius.

Meski berbagai upaya perlindungan, termasuk pembangunan breakwater, telah dilakukan, menurut Kasmarni, perlindungan pesisir tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem mangrove yang sehat, lestari, dan direhabilitasi secara berkelanjutan.

Rehabilitasi Mangrove Harus Libatkan Masyarakat

Kasmarni menyambut baik berbagai intervensi rehabilitasi melalui program M4CR. Program tersebut tidak hanya berkaitan dengan penanaman mangrove, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi produktif kelompok pesisir, edukasi lingkungan, serta pembangunan komitmen bersama dalam menjaga kawasan pesisir.

“Pelestarian lingkungan tidak hanya berbicara tentang menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, lanjut Kasmarni, berkomitmen mendukung rehabilitasi mangrove melalui penguatan sinergi bersama pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga ekosistem mangrove tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan.

“Kami mengajak seluruh elemen, khususnya para generasi muda, mari kita jadikan penanaman mangrove sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan. Karena setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi bagi perlindungan pesisir, keberlanjutan lingkungan, dan warisan terbaik bagi anak cucu kita di masa yang akan datang,” tutup Kasmarni.

Turut hadir Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau M. Job Kurniawan, Dandim 0303 Bengkalis yang diwakili Danpos Bantan Sertu Armansyah, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kapolsek Bantan Iptu Muhammad Iskandar, serta Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kesejahteraan Rakyat Johansyah Syafri.

Hadir pula Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bengkalis Alfakhrurrazy, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bengkalis Rinto, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Bengkalis M. Adi Pranoto, Kepala Dinas Perikanan Bengkalis M. Azmir, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bengkalis Agus Susanto, Kepala Dinas Kominfotik Bengkalis Agus Sofyan, Camat Bantan Aulia Fikri, serta tamu undangan lainnya.(inf)




Editor : Tim
Kategori : Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top