Ekspedisi Merah Putih Presisi Gegerkan Rupat, Kasmarni Tegaskan Negara Harus Hadir di Tapal Batas
Jumat 07 Agustus 2026, 19:50 WIB

RUPAT – Bupati Bengkalis Kasmarni mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digelar Polda Riau di Desa Makeruh, Kecamatan Rupat, Kamis (6/8/2026).

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan” dengan pesan “Merawat Indonesia dari Tapal Batas”, kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam menghadirkan pelayanan serta kepedulian negara hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Bupati Kasmarni mengapresiasi kehadiran Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Heri beserta jajaran di Pulau Rupat. Menurutnya, kehadiran Polda Riau bukan sekadar kunjungan, tetapi menjadi pesan bahwa negara hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat di kawasan perbatasan dan pesisir.

“Pulau Rupat sebagai salah satu beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia membutuhkan perhatian, kepedulian, dan sinergi dari seluruh pihak. Kehadiran Polda Riau melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi menjadi bukti nyata bahwa negara terus hadir memberikan pelayanan dan perhatian kepada masyarakat,” ujar Kasmarni.

Kasmarni menilai Ekspedisi Merah Putih Presisi memiliki makna strategis karena tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut meliputi bantuan sosial, bantuan sarana produktif, pelayanan kesehatan, dialog kebangsaan hingga aksi pelestarian lingkungan.

Menurut Kasmarni, rangkaian kegiatan itu mencerminkan pendekatan pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Polri tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga hadir untuk mendengar, membantu, memberdayakan, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Masyarakat Perbatasan Harus Jadi Subjek Pembangunan

Lebih lanjut, Kasmarni menegaskan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Masyarakat harus menjadi subjek sekaligus kekuatan utama dalam pembangunan daerah.

Ia mendorong masyarakat pesisir agar semakin berdaya dan mandiri. Selain itu, masyarakat juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keamanan wilayah, melestarikan lingkungan, memperkuat persatuan, serta mempertahankan kawasan perbatasan sebagai beranda terdepan NKRI.

Kasmarni juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih substantif. Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan pengibaran Sang Merah Putih, tetapi juga melalui hadirnya rasa aman, pendidikan berkualitas, kesempatan berusaha bagi nelayan dan pelaku UMKM, lingkungan yang lestari, serta pelayanan publik yang semakin dekat dan berkualitas.

Sementara itu, Wakapolda Riau Brigjen Pol. Dr. Hengki Heri mengatakan Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan implementasi gagasan Kapolda Riau untuk menghadirkan negara hingga ke kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan ekologis melalui pendekatan yang humanis.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi program Green Policing, dengan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mempertahankan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.

Bagikan Ribuan Bendera hingga Tanam 1.000 Mangrove

Dalam Ekspedisi Merah Putih Presisi di Pulau Rupat, berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan dilaksanakan.

Di antaranya pembagian ribuan Bendera Merah Putih kepada masyarakat menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penyaluran bantuan sosial, bantuan sarana produktif berupa mesin ketinting bagi nelayan, pemeriksaan kesehatan gratis, dialog kebangsaan, serta penanaman 1.000 bibit mangrove.

Penanaman mangrove menjadi salah satu kegiatan penting untuk menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus memperkuat ekosistem pantai.

Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada kelompok masyarakat pesisir serta silaturahmi bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh perempuan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kebersamaan, kepedulian, serta semangat gotong royong dalam membangun kawasan perbatasan.

Bupati Kasmarni berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Polda Riau, Polres Bengkalis, TNI, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat, khususnya dalam mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.

“Dari Rupat, dari wilayah terdepan Kabupaten Bengkalis, mari kita tegaskan bahwa semangat Indonesia tidak hanya berkibar di pusat, tetapi juga berkobar kuat di pulau-pulau terluar. Mari kita jaga Merah Putih dengan menjaga persatuan, menjaga Indonesia dengan menjaga lingkungan, serta membangun daerah secara bersama-sama demi terwujudnya masyarakat yang maju, sejahtera, dan bermarwah,” tutup Kasmarni.

Turut hadir sejumlah PJU Polda Riau, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Siregar, Wakapolres Bengkalis Kompol Ridho Perasetia, sejumlah PJU Polres Bengkalis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis Agus Susanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ismail, Camat Rupat Hariadi, Camat Rupat Utara Riski Subagia Effendi, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan Kecamatan Rupat dan Rupat Utara.(inf)




Editor : Tim
Kategori : Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top