ilustrasi.MAKKAH – Fenomena unik akan terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2039. Berbeda dengan umumnya yang hanya berlangsung satu kali dalam satu tahun Masehi, musim haji pada tahun tersebut diperkirakan akan terjadi dua kali.
Kondisi ini dipengaruhi oleh perbedaan sistem penanggalan antara kalender Hijriah dan kalender Masehi. Kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan sebagai dasar perhitungan, sehingga memiliki jumlah hari yang lebih sedikit dibandingkan kalender Masehi.
Dalam satu tahun Hijriah terdapat sekitar 354 hingga 355 hari, sedangkan kalender Masehi memiliki 365 hingga 366 hari. Selisih sekitar 10 hingga 11 hari setiap tahun membuat tanggal-tanggal penting dalam kalender Hijriah terus bergeser lebih awal jika dikonversi ke kalender Masehi.
Perbedaan tersebut berdampak pada waktu pelaksanaan ibadah haji yang setiap tahunnya bergeser. Pada siklus tertentu, pergeseran itu menyebabkan musim haji dapat terjadi dua kali dalam satu tahun Masehi, sebagaimana diperkirakan akan berlangsung pada tahun 2039.
Berdasarkan konversi kalender Hijriah ke Masehi, musim haji pada tahun 2039 terbagi dalam dua periode, yakni musim haji 1460 Hijriah dan musim haji 1461 Hijriah.
Musim haji 1460 Hijriah diperkirakan dimulai pada akhir tahun 2038 dan masih berlangsung hingga awal tahun 2039. Adapun 1 Zulhijah 1460 H diperkirakan jatuh pada Senin, 27 Desember 2038, sedangkan akhir bulan Zulhijah diperkirakan berlangsung pada 25 Januari 2039.
Sementara itu, musim haji berikutnya kembali terjadi pada penghujung tahun yang sama. Berdasarkan perhitungan kalender, 1 Zulhijah 1461 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 17 Desember 2039 dan berakhir pada 14 Januari 2040.
Dengan demikian, masyarakat Muslim di seluruh dunia berpeluang menyaksikan dua musim haji dalam satu tahun Masehi, yakni pada awal dan akhir tahun 2039.
Fenomena ini bukanlah sesuatu yang mustahil dalam sistem kalender Islam, melainkan konsekuensi dari perbedaan panjang tahun antara kalender Hijriah dan kalender Masehi yang terus bergeser dari waktu ke waktu.(dtc)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Internasional |
