Hadapi Geopolitik Global, IPA Ajak Perkuat Produksi Migas Dalam Negeri
Selasa 12 Mei 2026, 15:02 WIB
Perkuat kolaborasi sektor hulu Migas hadapi tantangan geopolitik dan ketahanan energi nasional.

JAKARTA - Dinamika geopolitik global dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan energi nasional. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi Indonesia yang masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Situasi ini mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, khususnya dalam meningkatkan produksi serta mempercepat eksplorasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Indonesian Petroleum Association (IPA), sebagai asosiasi pelaku industri hulu migas di Indonesia, akan kembali menggelar IPA Convention and Exhibition (IPA Convex). Tahun ini, kegiatan tersebut memasuki penyelenggaraan ke-50 dengan mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.”

Acara akan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, mengatakan rantai pasok energi global saat ini sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

“Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujar Marjolijn dalam Press Conference – Road to IPA Convex 2026 di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Ia menambahkan, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi migas nasional. Lebih dari 50 persen cekungan migas di Indonesia disebut belum dieksplorasi, sebagian besar berada di wilayah timur dan laut dalam yang membutuhkan teknologi serta investasi besar.

Menurutnya, tantangan industri hulu migas tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga kebutuhan investasi dan tingginya risiko eksplorasi. Karena itu, kepastian kebijakan, konsistensi regulasi, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif menjadi faktor penting untuk menarik minat investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IPA Convex 2026, Teresita Listyani, menyebut penyelenggaraan ke-50 ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan industri hulu migas nasional, tetapi juga forum strategis membahas masa depan ketahanan energi Indonesia.

“IPA Convex menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IPA Convex 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran (exhibitor) dan lebih dari 200 presentasi teknis (technical presentation). Agenda tersebut mencakup isu eksplorasi, pengembangan teknologi, transisi energi, hingga investasi di sektor hulu migas.

Rangkaian acara utama akan dibuka pada 20 Mei 2026 melalui seremoni peresmian yang direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Agenda pembukaan meliputi penandatanganan kontrak strategis, penyampaian laporan Menteri ESDM, serta kunjungan VIP ke area pameran.

Selain konferensi dan pameran, IPA Convex 2026 juga akan menggelar Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions Forum. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, perusahaan energi global, investor, dan penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi masa depan.

Panitia juga mengadakan Journalist Writing Competition yang berlangsung sejak Januari hingga 21 Mei 2026 untuk meningkatkan keterlibatan media dalam peliputan acara.

IPA Convex 2026 mendapat dukungan dari berbagai perusahaan energi nasional dan global melalui sejumlah kategori sponsor, mulai dari Titanium, Platinum, Gold, hingga Silver. Dukungan tersebut menunjukkan komitmen industri dalam menjadikan IPA Convex sebagai ajang strategis sektor hulu migas di Asia Tenggara.(Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top