Wabup Siak Pimpin Rapat Forkopimda Bahas Kesiapan Mudik dan Inflasi Lebaran
Kamis 12 Maret 2026, 17:00 WIB
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal pimpin rapat Forkopimda.

SIAK – Pemerintah Kabupaten Siak mulai mematangkan persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Hal tersebut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin Wakil Bupati Siak, Syamsurizal.

Rapat yang digelar di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/3/2026) itu dihadiri unsur Forkopimda, para camat, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk antisipasi arus mudik, arus balik, serta pengendalian inflasi menjelang Lebaran.

Syamsurizal menjelaskan bahwa berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, sekitar 50 persen masyarakat Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini.

“Walaupun pergerakan masyarakat di daerah tidak sebesar di kota-kota besar, kita tetap harus mempersiapkan langkah antisipasi terhadap arus mudik dan arus balik,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati bersama unsur Forkopimda meminta OPD terkait meningkatkan koordinasi guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa Lebaran.

Dinas Perhubungan diminta berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) serta perusahaan pelayaran angkutan laut untuk memastikan kesiapan armada penumpang, terutama melalui Pelabuhan Mengkapan Buton serta terminal-terminal yang ada di Kabupaten Siak.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pendirian sejumlah posko pengamanan arus mudik di titik-titik strategis dengan melibatkan berbagai instansi.

“Untuk Lebaran tahun ini direncanakan sekitar 10 posko pengamanan dengan dukungan kurang lebih 235 personel yang terdiri dari Dishub, TNI, Polri, PMI, serta tenaga medis,” jelasnya.

Syamsurizal juga menyoroti kondisi beberapa ruas jalan yang masih rusak serta minimnya lampu penerangan jalan di sejumlah titik.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan percepatan pemeliharaan jalan, khususnya pada jalur utama yang sering dilalui masyarakat.

“Jalan yang berlubang tentu dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus mudik. Kami minta dinas terkait segera melakukan perbaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak, Nugroho Imam Darotdjat, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di daerah tersebut secara umum masih relatif terkendali berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Siak bersama BPS dan Diskominfo Siak.

Ia menjelaskan bahwa inflasi bulanan masih tergolong rendah. Namun secara tahunan, jika dibandingkan periode Februari hingga Maret 2025, inflasi tercatat sekitar 3,23 persen sehingga perlu menjadi perhatian karena melampaui target inflasi nasional.

Beberapa komoditas yang berpotensi memicu inflasi di Kabupaten Siak antara lain daging ayam ras, cabai merah, tomat, ayam hidup, serta emas perhiasan.

Meski demikian, stok beras dinilai masih mencukupi dan harga kebutuhan pokok relatif stabil. Namun pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan gangguan pasokan dari daerah penghasil.

“Stok bahan pangan secara umum masih aman. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras tetap perlu diwaspadai. Untuk harga sejauh ini relatif stabil tanpa fluktuasi signifikan,” pungkasnya.(*)




Editor : Tim
Kategori : Siak
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top